Jasad Bos Ditemukan, Wuling Tunggu Hasil Identifikasi Polisi

Dani M Dahwilani ยท Rabu, 13 November 2019 - 10:55 WIB
Jasad Bos Ditemukan, Wuling Tunggu Hasil Identifikasi Polisi

Jasad diduga Presiden Officer Manager Wuling Motors Tan Xue Tao ditemukan, perusahaan masih menunggu hasil identifikasi kepolisian. (Foto: Ilustrasi/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Jasad penyelam warga negara asing (WNA) asal China, yang diduga Presiden Officer Manager Wuling Motors, Tan Xue Tao ditemukan dan diterbangkan dari Bandar Lampung, ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (11/11/2019). Jasad tersebut diserahkan ke Tim DVI Mabes Polri untuk proses identifikasi.

Menanggapi itu, Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani bersyukur salah satu jasad korban ditemukan. Perusahaan masih menunggu hasil identifikasi dari kepolisian. Ini mengingat jasad korban saat ditemukan sulit dikenali.

"Ya benar, salah satu karyawan Wuling Motors hilang saat berlibur. Beliau adalah Mr Tan Xue Tao, presiden officer manager Wuling Motors. Atas penemuaan salah satu jasad korban di perairan Lampung kami sudah menerima laporan dan masih menunggu hasil identifikasi petugas," ujar Dian, di sela-sela penyerangan bantuan lima unit mobil ambulans dan klinik di Wuling Arista Bintaro, Tangerang Selatan, baru-baru ini.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan identitas jenazah penyelam yang ditemukan tim Basarnas di wilayah Bulu Babi, perairan laut Pesisir Barat Lampung, Senin (11/11/2019), sekitar pukul 06.15 WIB. Berdasarkan pemeriksaan sementara Bid Dokes Polda Lampung, ciri-ciri korban memiliki tinggi badan 175 cm, berkulit putih, berjenggot tipis, dan beruban.

“Usia jenazah penyelam yang ditemukan tadi pagi diperkirakan 50 hingga 60 tahun,” kata Zahwani di Mapolda Lampung.

Sementara di tubuh korban ditemukan sejumlah barang bukti, antara lain jam tangan merek Suunto dalam keadaan hidup di tangan sebelah kiri, baju renang lengkap warna hitam merek Slinx Wet Suits, tutup kepala, Morvis merek Hevto warna hitam, dan sarung tangan merek Scubapro warna hitam.

Lalu, alas sepatu selam merek Mares Plexads, sepatu katak selam merek Aqua Lung Phajer, pisau sangkur merek Diablo warna hitam kombinasi hijau yang melekat di pinggang sebelah kiri, celana dalam dengan warna biru muda kombinasi hitam. Selain itu, terdapat botol air mineral yang berada di kantong kaki sebelah kiri.

“Jenazah juga menggunakan karet perekat warna hitam yang terpasang di lengan kiri jenazah korban,” ujar Zahwani Pandra Arsyad.

Sebelumnya, tujuh wisatawan China menyelam di perairan Pulau Sangiang, Minggu, 4 November 2019. Mereka berangkat dari Pantai Mabak sekitar pukul 13.30 WIB. Rombongan ini sampai di perairan Pulau Sangiang sekitar pukul 13.45 WIB dan langsung menyelam.

Penyelam dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama muncul ke permukaan laut sekitar pukul 14.45 WIB. Tim kedua sempat muncul, kemudian masuk ke air lagi dan tidak muncul kembali. Dugaan sementara, turis asal China itu terseret arus bawah laut.

Dari tujuh penyelam WNA, tiga penyelam dinyatakan hilang, yaitu atas nama Tan Xue Tao dari PT Wuling Motors, Tian Yu dari PT China-Indonesia, kemudian Wang Bing dari PT Morowali Industry Aico. Berdasarkan ciri-cirinya, jasad korban yang belum diketahui identitasnya itu diduga salah satu dari ketiga korban yang hilang, yakni petinggi Wuling Motors.


Editor : Dani Dahwilani