Kompetisi Terlalu Ketat, Infiniti Tinggalkan Pasar Eropa

Riyandy Aristyo ยท Kamis, 14 Maret 2019 - 17:22 WIB
Kompetisi Terlalu Ketat, Infiniti Tinggalkan Pasar Eropa

Infiniti akan meninggalkan pasar Eropa dengan menyuntik mati sedan Q30 dan SUV QX30 yang diproduksi di pabrik Nissan Sunderland, Inggris. (Foto: Motor1)

LONDON, iNews.id - Divisi mobil premium Nissan, Infiniti akan meninggalkan pasar Eropa dengan menyuntik mati sedan Q30 dan SUV QX30 yang diproduksi di pabrik Nissan Sunderland, Inggris, pada pertengahan 2019. Apa alasannya?

Dilansir dari Reuters, Kamis (14/3/2019), Nissan menghentikan produksi kedua model tersebut di Eropa untuk mengalihkan sumber dayanya ke China dan Amerika Serikat (AS), sebagai dua pasar utama otomotif dunia.

Atas pengalihan fokus itu, Infiniti setidaknya tidak perlu bersaing terlalu ketat dengan merek-merek terkenal di Eropa, seperti Audi, BMW dan Mercedes-Benz.

Selain itu, Nissan juga membatalkan rencana memproduksi X-Trail di Inggris karena ketidakpastian Brexit. Artinya, Nissan hanya akan mengoptimalkan investasi memproduksi model generasi berikutnya di Jepang.

Kepala juru bicara Infiniti, Trevor Hale mengatakan, lantaran banyak produsen mobil premium yang bermarkas di Eropa, pasar mobil di kelas tersebut dinilai terlalu gemuk dan kompetitif.

"Eropa Barat tetap wilayah yang paling menantang dan kompetitif untuk mobil premium. Tapi, kita juga harus logis menghadapi para kompetitor yang sudah lebih dulu muncul," kata Hale.

Dia menambahkan, selain persaingan yang ketat, merek premium Jepang yang berkantor di Hong Kong sejak 2012 itu juga harus berjuang memenuhi standar emisi yang ketat Euro 6 dan tantangan regulasi lain.

Untuk meningkatkan penjualan, Nissan akan fokus menggarap segmen SUV di Amerika Utara dan membawa lima model baru atau yang didesain ulang ke pasar China dalam lima tahun ke depan.


Editor : Dani Dahwilani