Mengenal Fitur Canggih Peugeot ALDWS, Cegah Mobil Oleng akibat Sopir Ngantuk

Riyandy Aristyo ยท Kamis, 02 April 2020 - 13:50 WIB
Mengenal Fitur Canggih Peugeot ALDWS, Cegah Mobil Oleng akibat Sopir Ngantuk

Fitur ALDWS pada mobil Peugeot memberikan peringatan kejut bagi pengemudi yang mengantuk agar tetap waspada saat berkendara. (Foto: Peugeot)

JAKARTA, iNews.id - Berdasarkan data kasus kecelakaan kepolisian di seluruh dunia, presentase kecelakaan terbanyak di jalan raya, rata-rata dikarenakan mobil yang dikendarai bermula keluar jalur. Pemicunya adalah pengemudi terlalu lelah serta mengantuk.

Atas alasan tersebut, beberapa produsen mobil mulai menghadirkan fitur keselamatan berkendara khususnya pada kondisi micro sleep (tidur seketika). Fitur ini berfungsi memberikan peringatan kepada pengemudi, terutama saat kendaraan yang dikemudikan keluar jalur.

Salah satunya adalah fitur Active Lane Departure Warning System (ALDWS) yang dimiliki Peugeot 3008 dqn 5008 varian Allure Plus. Fitur smart ALDWS jadi unggulan mobil pabrikan asal Prancis tersebut khususnya pada varian Allure Plus.

Sebab itu, Astra Peugeot mengklaim fiturnya jauh lebih pintar dari pengoperasian. Fungsinya juga dapat mencegah terjadi kecelakaan bila pengemudi terlihat mengantuk.

“Fitur Active Lane Departure Warning System (ALDWS) di varian Allure Plus memang berbeda dengan pendahulunya, yaitu tipe GT Line. Di Allure Plus fitur ini benar-benar aktif. Maksudnya, setir akan bergerak sendiri atau otomatis roda akan ke posisi jalur yang benar ketika pengemudi lalai atau mengantuk. Sebab pengemudi yang mengantuk memiliki risiko mengubah jalur mobil secara tiba-tiba,” ujar Technical National PT Astra International Tbk - Peugeot, Samsudin dalam keterangan persnya kepada iNews.id.

Samsudin mengakui beberapa produsen mobil lain sudah mengaplikasi fitur ini. Sayang, masih banyak pengemudi yang tidak memanfaatkan secara maksimal atau justru menonaktifkan. Penyebabnya bisa dari sistem peringatan atau notifikasi yang dianggap mengganggu, serta bisa juga disebabkan pengoperasiannya yang dianggap rumit.

Namun adanya Active Lane Departure di Peugeot 3008 dan 5008 Allure Plus, fitur ini secara aktif mengoreksi arah setir ketika mobil mulai keluar dari jalur dengan bantuan dari electric power steering (driver ngantuk). Kondisi tersebut biasanya dibarengi dengan bunyi alarm dan semakin keras jika kondisi tersebut terjadi berulang-ulang, sehingga pengemudi disarankan untuk istarhat.

“Kelebihan fitur ini di varian Allure Plus dibanding lainnya. Pada saat berkendara normal dan driver dalam kondisi ‘fit’ meskipun ALDWS posisi ‘On’, fitur tersebut masih dapat mengijinkan mobil keluar jalur bila dibarengi penggunaan lampu indicator sein. Makanya alarm tidak akan aktif meskipun posisi mobil pindah jalur atau melewati garis pemisah,” kata Samsudin.

Cara kerja fitur Active Lane Departure sendiri didukung sensor kamera yang tampak di bagian tengah atas kaca jendela depan. Sensor kamera akan mendeteksi garis marka jalan selama mobil tetap melaju di suatu lajur, lalu diteruskan indikatornya ke panel instrumen. Makanya ketika pengemudi terdeteksi micro sleep dan keluar dari garis marka jalan, indikator peringatan pada panel instrumen akan muncul.

“Karena sifatnya yang aktif, kalau indikator tersebut diabaikan, dalam beberapa saat kemudian ECU secara elektrikal akan mengintervensi setir mobil. Setir mobil akan berputar dengan sendirinya untuk mengembalikan laju mobil sesuai dengan lajur,” ujarnya.

Samsudin mengungkapkan, fitur ini dapat diaktifkan dengan menekan tombol 'tuts piano' bergambar mobil di bawah layar dashboard. Kemudian pada menu 'Driving functions' terdapat opsi ‘Help with changing lane’ dan pilih ‘On’. Fitur Active Lane Departure menjadi aktif, dan secara otomatis mulai membaca sensor dari kecepatan 65 km/jam hingga 180 km/jam.

Namun dalam kondisi tertentu seperti di Indonesia, kalau markanya tidak jelas maka sensor tidak bisa mendeteksi dan fitur akan non-aktif meski dalam kecepatan aktivasi. Ljika ingin menon-aktifkan fitur ini cukup melakukan langkah sebaliknya.

"Pilihan itu (menonaktifkan) untuk mengakomodasi pengendara yang ingin leluasa bermanuver. Dengan menonaktifkan fitur, kita dapat berpindah jalur secara leluasa meskipun tanpa menggunakan lampu indicator sein," kata Samsudin.

Editor : Dani Dahwilani