Mengurus Surat-Surat Kendaraan Listrik, Samakah dengan Kendaraan Biasa?

Riyandy Aristyo ยท Selasa, 10 September 2019 - 06:45 WIB
Mengurus Surat-Surat Kendaraan Listrik, Samakah dengan Kendaraan Biasa?

Hal yang membedakan kendaraan listrik dan konvensional adalah penulisan kapasitas mesin dari cc menjadi kWh. (Foto: Dok/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Seiring dengan telah keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) No 55 Tahun 2019 tentang Kendaraan Bermotor Listrik, ledakan produk ini tinggal menunggu waktu. Namun, masyarkat masih banyak yang mempertanyakan bagaimana mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kendaraan tersebut.

Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Aan Suhanan menjelaskan, pengurusan STNK kendaraan listrik dengan kendaraan biasa sama. Mekanisme registrasinya juga tidak berbeda.

"Sudah ada dua ribuan kendaraan listrik yang didaftarkan, ada sepeda motor, mobil penumpang, dan bus. Itu sudah ada di Jakarta. Jadi, tidak ada masalah terkait regulasi STNK dan TNKB kendaraan listrik," ujarnya, saat ditemui di pameran Indonesia Electronic Motor Show (IEMS) 2019, beberapa waktu lalu.

Aan menjelaskan, yang membedakan kendaraan listrik dan konvensional adalah penulisan kapasitas mesin dari cc menjadi kWh. "Sudah ada di ruang STNK, untuk mengubah daya mesin konvensional ke listrik. Sudah dari 2017 kita akomodir itu," katanya.

Dia melanjutkan, syarat pendaftaran kendaraan listrik untuk perorangan harus melengkapi surat PIB (Pemberitahuan Impor Barang), bukti hasil pemeriksaan fisik kendaraan, kendaraan bermotor yang mengalami perubahan bentuk, kemudian melampirkan surat keterangan dari perusahaan karoseri yang mendapat izin. Smentara untuk angkutan penumpang umum disertakan sertifikat uji tipe, dan tanda bukti lulus uji tipe.

Adapun syarat pendaftaran atas nama badan hukum, antara lain salinan akte pendirian perusahaan, keterangan domisili perusahaan, NPWP, surat kuasa bermaterai, ditandatangani pimpinan dan dibubuhi cap badan hukum bersangkutan (di atas kop surat). Ditambah syarat-syarat seperti perorangan yang sebelumnya dijabarkan.


Editor : Dani Dahwilani