Mercedes-Benz Indonesia Optimistis Penjualan Mobil Mewah Bangkit di Semester 2

Riyandy Aristyo ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 19:00 WIB
Mercedes-Benz Indonesia Optimistis Penjualan Mobil Mewah Bangkit di Semester 2

Mercedes-Benz Indonesia optimistis bangkit (Foto : Ist)

JAKARTA, iNews.id - Penjualan mobil mewah menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Sejak Februari 2020 sampai Juni 2020, penjualan mobil mewah mengalami penurunan signifikan.

Deputy Director Sales Operation and Product Management PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI), Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan, pandemi virus corona membuat penjualan mobil premium turun hingga 33 persen.

"Berdasarkan data dari Gaikindo secara keseluruhan terjadi penurunan 40 persen. Ini sedikit lebih rendah karena kita bicaranya passanger car," kata Kariyanto jumpa pers virtual, beberapa waktu lalu.

Kariyanto menambahkan, penurunan penjualan terjadi saat masa awal penerapan PSBB. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan penjualan mobil segmen premium tersebut.

"Kami mengalami dampak penurunan terhadap penjualan Mercedes-Benz di Indonesia saat awal PSBB. Fokus konsumen saat itu lebih kepada safety atau kesehatan sehingga mereka menunda untuk membeli kendaraan," katanya.

Menurut Kariyanto, penerapan PSBB juga cukup memengaruhi ketersediaan mobil yang diproduksi, sehingga berdampak pada berkurangnya stok di pasar.

"Secara kapasitas produksi sangat terpengaruh, tapi sebelum pandemi kita masih ada stok dari bulan sebelumnya. Produksinya terganggu sih tidak, tapi ada tipe tertentu yang parts-nya dari luar yang butuh proses," ujarnya.

Seiring dengan adanya pelonggaran aktivitas, PT MBDI optimistis pasar mobil di Indonesia kembali bergairah seperti semula. Kemungkinan ada di semester kedua 2020.

"Kami optimistis, semester kedua terjadi improvement dari sisi demand. Mungkin tidak kencang ketimbang tahun lalu, tapi kami melihat ke depan dengan positif secara bisnis dan premium market," ujar Kariyanto.

Editor : Vien Dimyati