Pangkas Mesin Diesel, Karyawan Nissan Terancam PHK

Riyandy Aristyo ยท Kamis, 10 Mei 2018 - 21:35 WIB
Pangkas Mesin Diesel, Karyawan Nissan Terancam PHK

Pemangkasan produksi mobil diesel dipercaya berdampak pada pemecatan ratusan pekerja pabrik Nissan di Sunderland, Inggris. (Foto: Carscoops)

SUNDERLAND, iNews.id - Semakin populernya mobil bertenaga listrik di Eropa, membuat sebagian kendaraan yang masih menggunakan mesin diesel mulai ditinggalkan. Salah satunya dialami produsen mobil Jepang, Nissan, yang secara terang-terangan akan mengurangi penjualan mesin diesel di Eropa.

Dilansir dari Carscoops, Kamis (10/5/2018), langkah ini terpaksa dilakukan karena permintaan kendaraan diesel terus berkurang akibat kenaikan pajak, larangan serta pembatasan penggunaan diesel di banyak negara.

Hal tersebut dipercaya berdampak pada pemecatan ratusan pekerja pabrik terbesarnya di Sunderland, Inggris. Di mana pabrikan ini menjadi markas produksi mobil diesel. Bagaimana tanggapan Nissan?

"Bersama dengan produsen dan badan industri lainnya kita dapat melihat penurunan progresif dari solar tetapi kami tidak mengantisipasi akhir yang mendadak dalam jangka pendek," ujar juru bicara Nissan yang tak disebutkan namanya.

Industri otomotif menghadapi tekanan dari regulator dengan standar emisi yang lebih ketat dan berada di tengah menyesuaikan bisnis, termasuk investasi besar dalam mobil listrik.

"Pada titik waktu ini dan untuk banyak pelanggan, mesin diesel modern akan tetap diminati dan terus tersedia dalam penawaran powertrain Nissan," kata sang juru bicara.

Pekan lalu, European Automobile Manufacturers Association merilis permintaan kendaraan diesel di seluruh Eropa mengalami penurunan signifikan. Pelanggan banyak beralih ke model bensin dan listrik.

"Eropa merupakan tempat penjualan diesel kami terkonsentrasi. Dorongan elektrifikasi memungkinkan kami menghentikan diesel secara bertahap di segmen mobil penumpang dengan melakukan pembaruan kendaraan," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani