Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Indonesia 400 Ribu Unit di 2019

Riyandy Aristyo ยท Sabtu, 27 April 2019 - 10:15 WIB
Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Indonesia 400 Ribu Unit di 2019

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah menargetkan ekspor mobil pada 2019 sebanyak 400 ribu unit. (Foto: Dok/Suzuki)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengemukakan, pemerintah menargetkan ekspor mobil pada 2019 sebanyak 400 ribu unit atau naik 15,6 persen dari tahun sebelumnya 346 ribu unit. Target itu tak lepas dari meningkatnya permintaan di negara-negara ASEAN.
 
"Sekarang, ekspor mobil Indonesia terbesar, di antaranya ke Filipina dan Vietnam, bahkan pasar di Thailand juga mulai terbuka," ujar Airlangga Hartarto, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, baru-baru ini.
 
Menperin menerangkan, selain negara ASEAN, Australia merupakan pasar potensial untuk peningkatan ekspor Indonesia. Ini merupakan hasil negosiasi yang sudah ditandatangani dari perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif di antara kedua negara.
 
"Pemerintah tentu masih menunggu ratifikasi parlemen kedua belah pihak. Apabila sudah diratifikasi, potensi ekspornya terbuka, termasuk kendaraan electric vehicle, pemerintah Australia juga memberi prioritas," katanya.
 
Airlangga mengatakan, industri otomotif merupakan salah satu sektor manufaktur yang sudah memiliki struktur dalam di Indonesia, mulai dari hulu sampai hilir. 
 
"Kita sudah punya bahan baku seperti baja, plastik, kaca, ban, hingga engine itu sudah diproduksi di dalam negeri. Lokal konten rata-rata di atas 80 persen. Ini yang menjadi andalan ekspor kita," katanya.
 
Di samping itu, potensi industri otomotif di Indonesia cukup besar, dengan jumlah produksi mobil yang mencapai 1,34 juta unit atau senilai USD13,76 miliar sepanjang tahun 2018. Saat ini, empat perusahaan otomotif besar telah menjadikan Indonesia sebagai rantai pasok global.
 
"Dalam waktu dekat, ada beberapa principal otomotif lagi yang bergabung dan akan menjadikan Indonesia sebagai hub manufaktur otomotif di wilayah Asia. Apalagi, industri ini menyerap tenaga kerja yang banyak, lebih dari satu juta orang," ujarnya. 
 
Airlangga berharap hal tersebut akan menggenjot kinerja industri otomotif, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Editor : Dani Dahwilani