Perbedaan Sistem Kerja dan Perawatan Mobil Matik Biasa dengan CVT

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 07 November 2018 - 07:15 WIB
Perbedaan Sistem Kerja dan Perawatan Mobil Matik Biasa dengan CVT

Walau fungsinya sama, ada perbedaan antara mobil transmisi otomatis CVT dan matik biasa, Torque Converters atau AT. (Foto: Dok/Ilustrasi)

DEPOK, iNews.id - Pamor mobil yang menggunakan transmisi otomatis Continuously Variable Transmission (CVT) lebih menggoda dibandingkan kendaraan transmisi matik biasa Torque Converters (automatic transmission/AT). Penggunaan CVT diklaim lebih halus dan hemat bahan bakar dibanding transmisi konvensional.

Apa perbedaannya? Mobil dengan transmisi otomatis CVT, menggunakan perangkat puli dan sabuk baja sebagai komponen utama pengggerak transmisi. Transmisi jenis CVT dapat menyesuaikan perubahan gigi rasio dengan putaran mesin.

Hal ini membuat mobil yang menggunakan transmisi otomatis CVT, perpindahan gigi sangat halus dan terkadang tidak terasa oleh pengemudi. Selain itu, hentakan saat perpindahan gigi juga sangat kecil.

Kelebihan lain dari mobil transmisi otomatis menggunakan CVT, pengemudi tidak memerlukan RPM tinggi, untuk mendapatkan tenaga besar, tentunya dengan pemakaian normal seperti di dalam kota. RPM mobil yang jarang tinggi, membuat mobil dengan transmisi CVT lebih irit bahan bakar, dibandingkan dengan mobil matik AT.

Namun, transmisi otomatis AT memiliki performa akselerasi lebih bagus dari CVT, selain itu biaya perawatan lebih murah. Hanya saja hentakan perpindahan gigi masih terasa. Untuk engine brake transmisi AT tidak sebagus CVT dan kecendrungan sedikit nyelonong kalau posisi tranmisi di D (Drive). Jadi harus menggunakan mode manual (D, 3, 2, L atau M +/-) terutama pada saat jalan turunan.

Lantas, bagaimana perawatannya, apakah sama dengan CVT? Menanggapi hal tersebut pemilik sekaligus mekanik bengkel mobil Bahana Auto Mobil, Rendy Noor mengatakan, pada umumnya perawatan mobil transmisi CVT maupun matik sama.

"Kalau ke bengkel tetap perlu pengecekan. Selama ini memang tidak ada masalah berarti kalau soal transmisi CVT. Kalaupun dicek itu konstruksinya saja," ujar Rendy, saat ditemui iNews.id di kawasan bengkel mobil Ramanda, Depok, Selasa (6/11/2018).

Rendy menuturkan selama dirinya bekerja sebagai montir mobil, belum pernah menemukan keluhan maupun masalah berat terkait transmisi CVT.

Sama seperti bagian komponen mobil lainnya, jeroan mesin yang dilapisi cairan oli sangat rentan masalah jika terkena air. Jadi, pemilik mobil dengan transmisi CVT, dilarang menerobos banjir. Sebab bagian bongkahan mesin akan terjadi putaran sehingga oli semakin mudah tercampur air.

"Kalau sudah terkena masalah itu harus bongkar semua. Hampir semua oli yang kena air bisa merusak konstruksi, itu pasti. Takutnya repot ke converter dan merembet ke semua," katanya.

Jika transmisi CVT mengalami masalah, maka ongkos yang harus dibayar sangat mahal, bahkan bisa mencapai lebih dari Rp30 juta.

"Kalau ada masalah pada CVT, biaya servisnya bisa mahal. Sekitar Rp30 jutaan. Tapi, kalau biaya servis komponen biasa, sama saja, kalau pun lebih mahal itu hanya sedikit," ujarnya.


Editor : Dani Dahwilani