Pria Ini Selewengkan Dana Bantuan Covid-19 Beli Lamborghini Urus

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 06 Agustus 2020 - 15:15 WIB
Pria Ini Selewengkan Dana Bantuan Covid-19 Beli Lamborghini Urus

Pelaku menggunakan dana bantuan untuk membeli supercar Lamborghini Urus, Ford F-350 dan jam tangan Rolex. (Foto: Carbuzz)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengesahkan dana bantuan Covid-19 sebesar 3 triliun dolar AS untuk membantu melindungi ekonomi dari kehancuran. Salah satunya membantu pengusaha kecil yang terdampak lockdown.

Diketahui, tidak semua orang dapat bekerja dari rumah (WFH), seperti jutaan bisnis kecil restoran, toko ritel, dan salon. Pemilik bisnis dapat mengajukan permohonan dana bantuan dengan membuktikan bisnis mereka bergantung pada mereka untuk bertahan hidup. Sayang, beberapa oknum pengusaha memanfaatkan dana tersebut.

Menurut NBC News, seorang pengusaha yang berbasis di Texas bernama Lee Price III dituduh menyelewengkan bantuan 1,6 juta dolar AS atau sekitar Rp23,3 miliar. Penyelidik mengatakan Price menerima pinjaman dalam dua cermin, yakni pertama 900 ribu dolar AS dan kedua 700 ribu dolar AS, yang konon akan digunakan untuk dua bisnisnya.

Dia mencantumkan perusahaan membutuhkan biaya untuk gaji karyawan. Ternyata kedua bisnis tersebut bodong. Mirisnya, setelah menerima dana bantuan, pelaku gunakan beli supercar Lamborghini Urus, Ford F-350, dan jam tangan Rolex. Dia juga menghabiskan ribuan dolar AS ke klub strip di Houston, AS.

Kasus serupa terjadi di Florida, AS pada bulan lalu. Seorang pria ditangkap dituduh menyelewengkan pinjaman perlindungan gaji senilai 3,9 juta dolar AS dari pemerintah. Uang tersebut digunakan pelaku membeli Lamborghini Huracan.

Kasus terungkap, setelah pelaku terlibat tabrakan dan meninggalkan mobil begitu saja di lokasi kejadian. Ini memudahkan pihak berwenang menemukan kejahatannya.

Pada Juli lalu, seorang pria berbohong dan memperoleh pinjaman 590.000 dolar AS. Dia segera membeli Cadillac Escalades, Dodge Charger dan Hummer.

Banyak dana bantuan pandemi diselewengkan di tengah orang yang benar-benar membutuhkannya untuk bertahan hidup. Mereka harus diberitahu tidak akan lolos begitu saja. Mereka layak dijebloskan di dalam penjara.

Editor : Dani Dahwilani