PSBB Total Diberlakukan, Daihatsu: Jika Mau Diperketat Mau seperti Apa Lagi?

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 11 September 2020 - 19:51 WIB
PSBB Total Diberlakukan, Daihatsu: Jika Mau Diperketat Mau seperti Apa Lagi?

Grafik penjualan mobil nasional dari masa normal, PSBB hingga masa transisi. (Foto: Daihatsu)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total mulai 14 September 2020. Kondisi ini membuat produsen otomotif di Indonesia siap-siap mengencangkan ikat pinggang.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memerinci teknis kebijakan PSBB yang akan diberlakukan. Perusahaan belum membuat keputusan terkait dengan kebijakan tersebut lantaran masih menunggu aturan lanjutan dari Pemprov DKI.

“Pada prinsipnya kami mendukung kebijakan pemerintah. Pak Anies mengatakan PSBB akan diberlakukan kembali mulai 14 September 2020, PSBB-nya seperti apa?” ujar Marketing Director dan Corporate Planning and Communication Director PT ADM Amelia Tjandra dalam video conference, Jumat (11/9/2020).

Dia mengungkapkan selama ini aktivitas perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan ketat dengan pengurangan pegawai hingga 50 persen sesuai ketentuan. Termasuk aktivitas di pabrik.

"Kami juga sudah membuat aplikasi di ponsel yang berbunyi kalau jarak karyawan terlalu dekat dengan yang lain. Sekarang kalau ada PSBB yang lebih ketat lagi, kami ingin tahu seperti apa lagi aturannya,” kata Amelia.

Hal senada disampaikan, Kepala Divisi Marketing PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso menyebutkan secara prinsip, Daihatsu akan mematuhi kebijakan pemerintah. Namun, diperlukan penjelasan terperinci mengenai aturan teknis instruksi tersebut.

“Dulu waktu PSBB yang pertama kami boleh beroperasi, tetapi hanya untuk bengkel, asal ada izin mobilitas dan industri dari Kementerian Perdagangan," ujar Hendrayadi.

Saat ini, pejualan mobil nasional mulai tumbuh. Sebelumnya, penjualan ritel (retail sales) nasional anjlok hingga 70 persen ketika PSBB mulai diterapkan pada April dan Mei 2020. Tercatat, hanya 24.273 kendaraan roda empat atau lebih terjual pada April, sedangkan realisasi penjualan Mei hanya 17.083 unit.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan PSBB total kembali akan diterapkan di Ibu Kota karena pasien positif Covid-19 kembali bertambah.

"Kita terpaksa menerapkan PSBB kembali seperti masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi, tapi PSBB sebagaimana masa awal dulu," kata Anies.

Editor : Dani Dahwilani