Restrukturisasi Perusahaan, Ford Ganti Pucuk Pimpinan Baru

Riyandy Aristyo ยท Sabtu, 08 Agustus 2020 - 18:32 WIB
Restrukturisasi Perusahaan, Ford Ganti Pucuk Pimpinan Baru

Ford Ganti Pucuk Pimpinan Baru (Foto : Futurecar)

MICHIGAN, iNews.id - Pabrikan mobil asal Amerika Serikat, Ford Motor mulai merombak besar-besaran para pejabatnya. Salah satunya adalah CEO dan Presiden Ford Motor, Jim Hackett yang memutuskan pensiun.

Dilansir dari Futurecar, Sabtu (8/8/2020), posisi Hackett akan digantikan COO Ford Jim Farley mulai 1 Oktober mendatang. Kedua eksekutif itu akan bekerja sama untuk masa transisi dalam dua bulan ke depan.

Jim Hackett mengatakan, dirinya sangat bangga telah membawa dan menciptakan Ford menjadi lebih modern agar bisa bersaing dengan para kompetitor di masa depan.

"Tujuan saya ketika mengambil peran CEO adalah mempersiapkan Ford untuk menang di masa depan. Saya sangat optimis tentang masa depan," katanya.

Seperti diketahui, Jim Hackett mengambil alih Ford pada Mei 2017 setelah Mark Fields lengser. Dia bertanggung jawab atas rencana restrukturisasi Ford yang sangat kontroversial, dan dia memangkas hampir setiap varian nama mobil demi kendaraan SUV dan truk.

"Buah dari kerja keras kami akan terlihat begitu model Ford Bronco dan Mustang Mach-E baru diluncurkan di pasaran. Visi produk baru kami dipimpin Mustang Mach-E, F-150 baru dan keluarga Bronco," kata Hackett.

Sedangakan Jim Farley bukan nama asing bagi Ford. Farley berada di Ford sejak 2007 dan memegang diberbagai posisi seperti kepala Lincoln, kepala penjualan dan pemasaran global, dan Chief Operating Officer.

Jim Farley menyatakan, dirinya sangat mencintai Ford dan dia merasa terhormat atas kesempatannya untuk melayani dan menciptakan nilai bagi karyawan, pelanggan, diler, komunitas Ford, dan semua pemangku kepentingan.

"Jim Hackett telah membangun fondasi semangat untuk menyambut masa depan dan telah membuat kemajuan luar biasa dalam tiga tahun terakhir. Saya senang bekerja sama dengan seluruh tim Ford untuk mewujudkan potensi perusahaan di era baru," ujarnya.

Editor : Vien Dimyati