Sering Gonta-ganti Oli, Begini Dampak yang Akan Terjadi

Riyandy Aristyo ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 16:01 WIB
Sering Gonta-ganti Oli, Begini Dampak yang Akan Terjadi

Ilustrasi (Foto: Pixabay/Skitterphoto)

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak merek oli kendaraan yang tersebar di Indonesia. Saking banyaknya, tak sedikit pula pemilik kendaraan yang suka berganti-ganti merek demi mendapatkan oli terbaik.

Lantas, apakah dengan berganti merek oli dapat mempengaruhi kualitas mesin kendaraan? Technical Specialist PT Pertamina Lubricant, Agung Prabowo menjelaskan, selalu berganti merek oli sudah pasti mempengaruhi performa mesin mobil karena masing-masing merek oli memiliki kandungan yang berbeda-beda.

"Usahakan memakai oli atau pelumas mobil satu jenis saja, jangan berganti-ganti. Niat menambah performa, justru malah memble tenaganya," kata Agung saat dihubungi iNews.id baru-baru ini.

Agung menambahkan, jika pemilik kendaraan mobil baru, pakai sesuai dengan buku panduan. "Misalnya di buku panduan olinya harus 5W, ikuti saja 5W jangan berubah menjadi 10W. Olinya jadi kental, nanti performanya berat," katanya.

Selain performa, menurut Agung efek samping dari sering berganti-ganti oli adalah berkurangnya fungsi sil mesin atau paling buruk sil bisa bocor dan berbahaya saat mobil dikendarai.

"Kalau pakai oli yang kita tahu tidak bagus, lalu kita ganti dengan pakai yang bagus, biasanya ada masalah. Oli bagus itu detergen pembersihnya kuat. Akhirnya kena sil, nanti bisa bocor," ujar Agung.

Bedakan dengan peran oli pada jenis kendaraan. Hal ini tentu tidak bisa dianggap enteng karena mesin bagi kendaraan penumpang modern sudah lebih advance.

"Misalnya Fortuner, mobil ini kan mesinnya sudah advance dan bukan mobil niaga, jadi olinya juga mesti ikut buku manualnya. Pakai 10W-30 atau 5W-30. Kalau di atas itu nanti berat kerja mesinnya," ujarnya.

Editor : Dini Listiyani