Tanggapan Komunitas Motor KTM terkait Larangan Pakai GPS

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 22 Februari 2019 - 17:27:00 WIB
Tanggapan Komunitas Motor KTM terkait Larangan Pakai GPS
Komunitas motor KTM KOCI setuju dengan aturan larangan penggunaan GPS saat berkendara. (Foto: Best Motorcycle)

JAKARTA, iNews.id - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang larangan pengendara menggunakan Global Positioning System (GPS) mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Bagaimana pendapat komunitas motor KTM Owner Community Indonesia (KOCI) terkait aturan ini?

Ketua KOCI, Alfriyandi menilai, putusan tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LAJ), pasal 106 ayat 1.

"Harus dipahami dulu peraturan yang berlaku, dalam hal ini UU LAJ pasal 106 ayat 1. Isinya, setiap orang yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan, wajib mengemudikan kendaraan dengan wajar dan penuh konsentrasi," ujar Alfriandi, saat dihubungi iNews.id, baru-baru ini.

Pria yang akrab disapa Alf ini mengatakan, berdasarkan UU tersebut sebenarnya tidak ada larangan menggunakan aplikasi GPS di jalan raya, karena yang dilarang adalah aktivitas yang bisa mengganggu konsentrasi berkendara.

"Jadi yang dilarang adalah menggunakan GPS saat menyetir. Jangankan menggunakan GPS, merokok atau mengobrol dengan orang di belakang kita (pebonceng) saja itu tidak boleh, karena mengganggu konsentrasi," katanya.

Menurut Alf, aplikasi GPS bukanlah suatu masalah. Tapi, kebijakan pengunaan aplikasi GPS dalam berkendara itulah yang dipermasalahkan.

"Sikap kami sebagai komunitas motor adalah setuju apabila ada pelanggaran penggunan GPS yang mengganggu konsentrasi mengemudi untuk ditindak secara hukum. Dengan catatan, jika ingin menggunakan GPS, harus berhenti sejenak di pinggir jalan supaya aman," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda