Teknologi Terlalu Rumit, Audi Hentikan Proyek Mobil Terbang

Dani M Dahwilani ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 07:49 WIB
Teknologi Terlalu Rumit, Audi Hentikan Proyek Mobil Terbang

Audi memutuskan menangguhkan proyek mobil terbang Pop.Up Next yang dikenalkan di Geneva Motor Show 2019. (Foto: Carcoops)

MUNICH, iNews.id - Audi telah memperkenalkan konsep mobil terbang Pop.Up Next di Geneva Motor Show 2018. Namun, mereka mengaku kesulitan mewujudkan ambisi tersebut.

Menurut Auto News Europe, produsen mobil premiuml Jerman tersebut memutuskan untuk menangguhkan proyek tersebut. Saat ini, mereka sedang meninjau kemitraan dengan Airbus.

Dilansir dari Carscoops, Selasa (15/10/2019), kesulitan membuat mobil terbang menjadi penghalang mereka mengembangkan Pop.Up Next. Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan, “Kami percaya itu akan menjadi waktu yang sangat lama sebelum taksi udara dapat diproduksi secara massal yang tidak mengharuskan penumpang mengganti kendaraan.”

Baca: Deretan Mobil Mewah Bekas Seharga Rp70 Jutaan, Nomor 3 Mungkin Impian Anda

Audi menyebutkan Pop.Up Next mencoba menyelesaikan masalah ini dengan solusi yang sangat kompleks.

Pop.Up Next terdiri atas kabin dua kursi ultra ringan yang dapat dipasang pada mode mobil atau penerbangan. Modul mobil adalah platform seperti skateboard yang menampilkan baterai 15 kWh dan dua motor listrik yang menghasilkan output gabungan 80 hp (60 kW/82 PS). Ini memungkinkan konsep melakukan perjalanan hingga 80 mil (130 km) dalam sekali pengisian daya.

Sementara modul penerbangan, terdiri atas empat polong yang menampung delapan bilah helikopter. Setiap blade ditenagai motor listrik 26 hp (20 kW/27 PS) dari baterai 70 kWh. Ini memberikan modul output gabungan 214 hp (160 kW/217 PS) yang memungkinkannya terbang dengan kecepatan hingga 74 mph (120 km/jam).

Meskipun proyek ini sudah mati, Grup Volkswagen (VW) belum menyerahi. Terbaru, Porsche dan Boeing menandatangani kerja sama mengembangkan "kendaraan mobilitas udara pribadi premium di perkotaan."

Sebagai bagian dari perjanjian, perusahaan sedang mengerjakan sistem lepas landas dan pendaratan vertikal listrik seperti kendaraan di film Batman.

Editor : Dani Dahwilani