Tips Menjaga Emosi saat Mengemudi di Bulan Puasa

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 07:15 WIB
Tips Menjaga Emosi saat Mengemudi di Bulan Puasa

Pengemudi yang emosi cenderung melakukan kesalahan kecil tapi fatal, seperti menyenggol mobil lain yang tidak terlibat masalah. (Foto: First Time Driver)

JAKARTA, iNews.id – Saat berpuasa, Anda tidak hanya diwajibkan menahan rasa lapar dan haus, tapi juga menahan diri agar tidak mudah emosi.
Padahal, kepadatan lalu lintas di jalan raya bisa jadi penyebab stres dan emosi tidak terkontrol.

Di lain pihak, Anda harus tetap menjaga emosi agar nilai ibadah puasa tidak berkurang. Terkait keselamatan, orang yang emosi cenderung melakukan kesalahan kecil tapi fatal. Seperti, menyenggol mobil lain yang tidak terlibat masalah. Pastinya, nilai ibadah puasa Anda pun menjadi berkurang.

"Menjaga emosi saat berkendara sangat penting, karena hal ini berkaitan dengan keselamatan berkendara. Pastikan emosi selalu terkontrol saat Anda berkendara. Di samping itu kondisi kendaraan Anda harus selalu prima dengan melakukan servis rutin di bengkel-bengkel seperti Auto2000, sehingga perjalanan lancar,” ujar Senior Division Head Auto2000, Ricky Martawijaya dalam keterangan tertulisnya kepada iNews.id.

Bagaimana agar bisa menjaga emosi saat mengemudi di jalan? Ricky pun berbagi tips dengan membuat suasana mengemudi senyaman mungkin.
 
1. Bikin kabin nyaman
 
Anda harus membuat kabin mobil terasa nyaman, bahkan usahakan seperti berada di ruang keluarga rumah Anda. Sangat membantu ketika Anda dihadang kemacetan panjang.

"Jaga kebersihan mobil jadi menu utama. Tidak enak kan kalau Anda berkendara di ruang AC tapi ada bau tidak sedap di dalam mobil," kata Ricky.

Dia menyarankan tambahkan pengharum kabin mobil agar suasana jadi terasa lebih rileks sepanjang perjalanan. Cari aroma yang soft namun tetap sesuai kepribadian Anda.
 
2. Dengarkan musik
 
Musik bisa menyebarkan aura rileks saat mengemudi. Tentu dengan catatan, bukan lagu yang super keras seperti aliran heavy metal yang malah meningkatkan adrenalin.

"Siapkan playlist lagu kegemaran Anda. Simpan dalam format MP3 di flashdisk dan pisahkan, bisa berdasarkan penyanyi, aliran, atau tahun," ujar Ricky.

Dia menuturkan seperti kebanyakan mobil baru Toyota, head unit standar yang ada di mobil Toyota sudah mengakomodasi flash disk untuk memutar lagu. Apalagi sound system standar di mobil Toyota umumnya sudah mumpuni dalam hal kualitas suara. Termasuk adanya fitur Bluetooth dan mirroring untuk akses lagu di ponsel. Ini bisa jadi teman yang baik di jalan.
 
3. Posisi berkendara
 
Posisi berkendara yang tepat bukan hanya membuat Anda dapat mengantisipasi segala kondisi, namun juga menciptakan suasana rileks dan nyaman. Atur posisi duduk sesuai ilmu defensive driving. Duduk jangan terlalu tegak yang bikin cepat lelah, tapi juga tidak terlalu rebah yang malah sulit mengantisipasi keadaan.

Usahakan pegang setir dengan rileks, seperti ibu jari tidak dimasukkan dalam setir. Hindari posisi menggenggam seperti ingin memukul yang membuat Anda mudah terpancing emosi.
 
4. Pilih rute
 
Saat menjelang buka puasa, beberapa kawasan justru semakin macet dengan hadirnya pasar tumpah yang menjajakan panganan berbuka puasa. Untuk itu, pilih rute yang bisa diandalkan sebelum jalan. Peta navigasi digital bisa dipakai sebagai bahan rujukan.
 
5. Jaga emosi
 
Jika ada pengemudi lain yang memancing amarah, coba tarik napas dan buang lewat mulut. Lakukan sebanyak tiga kali sampai Anda merasa tenang.

"Gunanya, supaya ada oksigen yang masuk ke otak jadi bisa berpikir jernih, dan Anda tidak terpancing melakukan tindakan tidak terpuji," kata Ricky.


Editor : Dani Dahwilani