Lebih Kencang dari Mobil, Mesin Pemotong Rumput Ini Cetak Rekor Tercepat Dunia

Dani M Dahwilani ยท Selasa, 11 Juni 2019 - 19:45 WIB
Lebih Kencang dari Mobil, Mesin Pemotong Rumput Ini Cetak Rekor Tercepat Dunia

Mesin pemotong rumput Honda Mean Mower V2 (versi dua) mencetak rekor baru melaju dengan kecepatan tertinggi 150,99 mph (242,99 km/jam). (Foto: Carscoops)

DRESDEN, iNews.id - Honda Mean Mower merupakan mesin pemotong rumput terkencang di dunia setelah mencapai kecepatan tertinggi 116,87 mph (188,08 km/jam) pada 2014. Bulan lalu, versi yang dirancang ulang mencetak rekor baru Guinness World Record.

Dilansir dari Carscoops, Selasa (11/6/2019), Honda Mean Mower V2 (versi dua) mampu melaju dari 0-100 mph (0-161 km/jam) dalam waktu 6,29 detik di Dekra Lausitzring, Dresden, Jerman. Angka ini diukur pada VBOX, dengan kecepatan tertinggi 150,99 mph (242,99 km/jam). Sungguh luar biasa.

Penunggang pemotong rumput ini adalah Jess Hawkins, seorang pembalap berpengalaman yang bertanggung jawab membuat mesin pemotong rumput ini berjalan cepat.

“Mesin pemotong rumput asli ini adalah mesin yang luar biasa. Tapi kali ini kami membawanya ke level yang sama sekali baru versi dua,” ujar Managing Director UK, Dave Hodgetts.

“Setelah mengambil rekor kecepatan tertinggi pada 2014, kami ingin melakukan sesuatu yang sedikit berbeda dengan menetapkan rekor baru untuk akselerasi, dan hasilnya luar biasa. Team Dynamics telah melangkah maju mengembangkan dan membangun prestasi nyata dengan Jess cukup berani berada di belakang kemudi,” katanya

Jantung pacu Mean Mower V2 menggunakan mesin 999cc, empat silinder yang sama dengan CBR1000RR Fireblade SP sportsbike. Unit ini menghasilkan output maksimal 200 tenaga kuda (hp) pada 13.000 rpm, atau hampir dua kali lipat dari mesin pemotong rumput biasa.

Dikombinasikan dengan berat kering hanya 152,3 lbs (69,1 kg), tunggangan ini menghasilkan rasio power-to-weight lebih baik dari Bugatti Chiron. Terlepas dari prestasinya, Mean Mower V2 tetap mempertahankan kemampuannya memotong rumput.


Editor : Dani Dahwilani