Masuk Era New Normal, Penjualan Motor Bekas Kembali Menggeliat

Riyandy Aristyo ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 19:37 WIB
Masuk Era New Normal, Penjualan Motor Bekas Kembali Menggeliat

Penjualan motor bekas kembali meningkat saat memasuki New Normal meski belum sesuai target. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Bisnis sepeda motor bekas menjadi salah satu industri yang terdampak paling parah pandemi Covid-19. Saking parahnya, sejumlah pedagang motor bekas terpaksa gulung tikar.

Lantas, bagaimana penjualan motor bekas setelah memasuki masa transisi menuju New Normal?

Pemilik jual beli motor bekas Abadi Jaya Motor Depok, Satriawan mengungkapkan, penjualan motor bekas di showroom-nya kembali meningkat meski belum sesuai target.

"Sejak minggu kedua Juni pas pemerintah melonggarkan PSBB, orang-orang sudah mulai berdatangan ke showroom saya," ujarnya, saat dihubungi iNews.id, baru-baru ini.

Satriawan menyebutkan, dalam satu hari konsumen yang datang dan melihat-lihat bisa lebih dari 20 orang. Sementara yang memutuskan membeli mencapai 10-15 orang.

"Kalau yang datang hanya lihat-lihat 20 orang lebih sih ada. Kalau yang beli tidak tentu jumlahnya, kadang tujuh orang sampai 15 orang juga pernah," katanya.

Menurut Satriawan, kebanyakan dari konsumen membeli motor jenis skutik bermesin kecil 125 cc. Wajar, karena dia menjual sepeda motor ini sangat terjangkau yakni Rp4 jutaan.

"Kebanyakan pilih skutik yang 125 cc macam Honda Beat dan Yamaha Mio. Soalnya saya jual Rp4 jutaan tahun 2010. Kalau skutik yang 150 cc misalnya Honda Vario tahun terbaru masih Rp10 jutaan," ujarnya.

"Semoga dengan adanya New Normal ini, bisnis motor bekas kembali bergairah ," kata Satriawan.

Editor : Dani Dahwilani