Menikmati Motor Perang Royal Enfield Classic 500 di Jalanan Ibu Kota

Riyandy Aristyo ยท Selasa, 04 Desember 2018 - 19:26 WIB
Menikmati Motor Perang Royal Enfield Classic 500 di Jalanan Ibu Kota

Desain Royal Enfield Classic 500 begitu menggoda untuk ditunggangi kental dengan nuansa klasik sesuai dengan namanya. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Royal Enfield memiliki nama tersendiri di hati pecinta sepeda motor klasik Indonesia. Ini lantaran merek motor yang melanglangbuana lebih dari 100 tahun ini konsisten dengan desain klasiknya.

Kuda besi legendaris Inggris ini bahkan menjadi salah satu koleksi motor modifikasi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu model motor yang menjadi ikon Royal Enfield adalah seri Classic.

Bagaimana rasanya menunggangi motor yang desainnya tak terkekang waktu sejak Perang Dunia I ini, iNews.id berkesempatan menjajal motor primadona Royal Enfield Classic 500 tipe Chrome Green.

Jujur, sejak pertama kali melihat motor ini kami sudah jatuh hati. Ibarat pribahasa "cinta pada pandangan pertama". Desain Royal Enfield Classic 500 begitu menggoda untuk ditunggangi, kental dengan nuansa klasik sesuai dengan nama motornya.

Royal Enfield Classic 500
Royal Enfield mempertahankan beberapa elemen pada fitur motor ini. Seperti speedometer masih menggunakan analog. Motor ini juga tidak dilengkapi indikator bensin. Fuel meternya diwakili sinyal kuning. Jika sinyal menyala, menandakan bahan bakar sudah harus diisi (kurang dari 5 liter).

Baca juga: Mengenal Motor Ikonik Royal Enfield Classic 500

Saat motor dinyalakan, suara khas Royal Enfield Classic begitu indah terdengar keluar dari knalpot motor bermesin 499 cc 4-tak satu-silinder ini. Duduk di pelana Classic 500, kesan pertama yang dirasakan adalah motor ini punya posisi riding yang santai dan nyaman.

Apalagi bagian sadel (jok) dilengkapi pegas (per) sehingga terasa empuk. Untuk berboncengan pun tidak perlu khawatir, karena disediakan jok belakang kendati terpisah.

Royal Enfield Classic 500
Bagi penumpang belakang 'boncengers' jok cukup nyaman dan jarak kaki ke permukaan tanah juga tidak terlalu tinggi. Namun, karena posisi jok sejajar, bagi penumpang bertubuh pendek tidak akan leluasa melihat pandangan ke depan karena terhalang tubuh pengemudi.

Kembali ke posisi riding, setang dijepit di belakang as komstir membuat posisi kemudi lebih dekat. Posisi footstep yang tidak terlalu maju dan mundur membuat bikers mudah memainkan pedal rem dan 'gigi'.

Walau posisi tangki yang besar membuat pengemudi sedikit 'ngangkang', tapi tidak membuat pegal. Untuk yang bertinggi badan 170 cm masih bisa menapakkan kaki ke tanah dengan sempurna saat berhenti.

Royal Enfield
Beralih ke sektor pengendalian, motor berdimensi panjang 2.160 mm, lebar 800 mm dan tinggi 1.050 mm ini tidak membuat cepat lelah walau digeber pada kondisi jalan padat di Ibu Kota.

Terkait akselerasi, motor bertenaga maksimal 25,2 hp pada 5.250 rpm dan torsi 41,3 Nm pada 4.000 rpm, serta bobot mencapai 187 kg, memang kurang agresif. Namun, bagi yang memiliki karakter mengemudi santai, ini justru mengasyikan karena tarikan lebih smooth.

Ketika menggeber motor pada kecepatan rendah di bawah 80 km/jam, bagi yang terbiasa menunggangi motor zaman now akan terasa terganggu dengan getaran mesin yang kencang pada setang. Namun, bagi yang senang bernostalgia dengan motor jadul, ini justru menjadi sensasi tersendiri getaran dan suaranya terasa seirama.

Royal Enfield Classic 500
Motor akan terasa halus saat berada di persneling tinggi pada kecepatan 80-100km/jam. Putaran mesin yang rendah meminimalisir getaran pada motor ini.

Walau menggedong mesin sekitar 500 cc, jangan khawatir mesin panas saat terjebak macet. Ini karena rasio kompresi motor ini cukup rendah hanya 8,5:1.

Bagi Anda yang memiliki karakter bekendara agresif mungkin agak sedikit kurang gereget dengan Royal Enfield Classic 500. Namun, bagi yang suka berkendara santai menikmati perjalanan, motor ini sangat asyik dibawa keliling Ibu Kota.

Royald Enfield
Motor ini juga asyik saat dipakai berkendara pada malam hari. Meski hanya dibekali lampu bohlam H4, jalanan masih terlihat sangat jelas. Tampangnya yang khas, saat kami bawa motor ini kerap menjadi perhatian pengendara lain dan para pejalan kaki.

Bagi yang penasaran harga motor ini, PT Distributor Motor Indonesia, selaku authorized dealer Royald Enfield di Indonesia membanderol Classic 500 senilai Rp89,6 juta on the road (OTR) Jakarta. Menurut kami harga tersebut relatif murah dibandingkan dengan nilai experience yang ditawarkan motor ini saat dikendarai di jalan raya.


Editor : Dani Dahwilani