Menjajal Performa Honda PCX Electric, Nyaris Tanpa Suara

Riyandy Aristyo ยท Senin, 11 Februari 2019 - 21:17 WIB
Menjajal Performa Honda PCX Electric, Nyaris Tanpa Suara

Bagi yang awam soal kendaraan listrik, perlu diperhatikan saat proses starter PCX Electric nyaris tidak ada suara seperti motor bensin. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - PT Astra Honda Motor (AHM) baru saja meluncurkan Honda PCX Electric di Indonesia. Meski motor listrik ini hanya sebatas perkenalan dan belum diproduksi secara massal, iNews.id berkesempatan menjajal performa motor ini.

Seperti yang sudah-sudah, AHM menyiapkan arena test ride di Parkir Barat Jakarta International Expo, Kemayoran, dengan rangkaian handicap seperti tikungan radius besar-kecil, lintasan lurus dan slalom.

Bagaimana sensasinya? Saat pertama kali menyentuh motor ini, aura premiumnya sangat terasa. Terlihat dari panel instrumennya, indikator infomasi yang sudah digital, grip setang yang empuk dan lembut hingga joknya sangat nyaman.

Bagi yang masih awam soal kendaraan listrik, perlu diperhatikan saat proses starter PCX Electric nyaris tidak ada suara seperti motor berbahan bakar bensin. Jika sudah mendengar suara 'beep' dan muncul tulisan 'ready' di indikator, maka motor ini sudah siap untuk digas.

Honda PCX Electric dibekali dengan dua baterai listrik yang menghasilkan tenaga sebesar 5,6 hp dan torsi 18 Nm. Cukup heran mengapa tenaganya jadi turun di bawah PCX 150 yang memiliki 14,7 hp dan 13,2 Nm.

Jawaban dari pertanyaan ini kami temukan setelah mencoba akselerasi PCX Electric. Akselerasi awal memang terasa padat torsinya, begitu tuas gas ditarik kecepatan 40 km/jam mudah dijangkau dalam dua detik.

PCX
Meski torsinya lebih kuat, namun distribusinya ke roda masih terasa halus dan linear seiring bertambahnya kecepatan. Bagi yang pertama kali mencoba akan sedikit terkejut dengan gentakan awal. Tapi, jika sudah terbiasa, pengemudi bisa mengatur posisi gas dengan lebih smooth.

Jadi, meski torsinya lebih besar, tenaga yang lebih kecil tidak membuat karakter akselerasinya menjadi agresif. Meski senyap, motor listriknya tetap terdengar menghasilkan suara berdengung.

Dibanding PCX 150, versi listrik memiliki bobot lebih berat 13 kg (144 kg), namun performanya seperti tidak ada perbedaan. Saat melintasi area tikungan dengan radius besar dan kecil, PCX Electric mampu melibasnya dengan sangat stabil dan nyaman.

Area slalom dengan rintangan zigzag pun bukan perkara sulit untuk motor ini, yang sekali lagi nyaris tidak ada perbedaan dibanding PCX 150. Dimensinya yang cukup besar dan panjang tidak menyulitkan saat harus merebah dan berpindah arah dengan cepat. Bahkan jika dilakukan oleh pemula sekalipun.

Dari semua fitur dan teknologi yang dimiliki PCX Electric, sayang Honda belum menerapkan sistem regenerasi tenaga listriknya, baik melalui proses pengereman maupun saat coasting, seperti yang digunakan pada teknologi mobil.

Soal jarak tempuh, motor ini diklaim sanggup menempuh perjalanan hingga 69 kilometer dalam sekali pengisian baterai secara penuh.

Overall, jika dibandingkan dengan PCX dengan mesin bensin biasa, PCX Electric memiliki kenyamanan yang sama karena basic-nya menggunakan rangka yang sama. Sementara untuk performa, meski memiliki torsi besar, PCX versi listrik menyalurkan tenaga dengan halus.


Editor : Dani Dahwilani