Sensasi Motor Adventure Royal Enfield Himalayan di Jalan Raya

Riyandy Aristyo ยท Senin, 03 Desember 2018 - 15:30 WIB
Sensasi Motor Adventure Royal Enfield Himalayan di Jalan Raya

Untuk merasakan sensasi Royal Enfield Himalayan, iNews.id mendapatkan kesempatan menjajal motor ini selama tujuh hari melintasi jalanan Ibu Kota. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Meningkatnya pecinta motor adventure di Indonesia, membuat pabrikan roda dua berkompetisi menghadirkan motor bergenre petualang. Salah satunya adalah merek legendaris Royal Enfield.

Ya, Royal Enfield menghadirkan Himalayan yang diperuntukan bagi orang-orang berjiwa petualang. Meski tampilannya layaknya motor turing lain, cross-purpose dengan harga di bawah Rp100 juta ini tak kehilangan gaya khas Royal Enfield, yakni klasik.

Lantas, apakah perpaduan classic-cross tersebut mampu memberikan kenyamanan berkendara di dalam kota yang padat? Untuk merasakan sensasinya, iNews.id mendapatkan kesempatan menjajal motor ini selama tujuh hari.

Seperti diketahui, Royal Enfield Himalayan dikenalkan secara resmi oleh PT Distributor Motor Indonesia, dealer resmi Royal Enfield di Indonesia dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Royal Enfield Himalayan
Sesuai tema motornya, Himalayan dibekali sentuhan desain layaknya motor adventure lengkap dengan tank guard di sisi kanan dan kiri tangki bahan bakar. Selain itu, garpu depannya tinggi dan suspensi belakang monoshock dipakai guna menegaskan tema offroad yang diusung.

Walau terlihat jangkung dengan garpu teleskopik menjulang tinggi di depan, namun saat dinaiki suspensi tersebut turun dengan sendirinya. Tinggi motor 1.350 mm dan pemakaian ban depan berdiameter 21 inci pun tidak membuat kami yang memiliki tinggi 170-an cm kesulitan menapakkan kaki di tanah ketika duduk di atas motor ini.

Joknya didesain dengan sangat baik. Tapi, jok tersebut begitu ramping sehingga kurang begitu nyaman bagi pengendara bertubuh besar.

Himalayan
Seperti halnya mengendarai sepeda motor yang berorientasi pada petualangan, posisi berkendara Himalayan nyaman dengan punggung tegak, dan kaki dalam posisi menekuk.

Transisi ke posisi berdiri sangat mudah dan alami, bahkan untuk pengendara bertubuh tinggi. Di bagian depan motor terdapat fairing mini bertujuan melindungi panel instrumen.

Baca: Mengenal Motor Ikonik Royal Enfield Classic 500

Memiliki bobot 191 kg, kami sempat meragukan kemampuan handling motor ini. Tapi, keraguan tersebut sirna ketika sudah memegang kedua setang. Motor ini terasa ringan dengan setang yang mudah dikendalikan, dan seimbang sehingga menambah rasa percaya diri ketika membelah kemacetan Jakarta.

Roda depan berdiameter 21 inci dibalut ban Pirelli MT60 tidak hanya menambah rasa percaya diri, namun mampu menapak sangat baik di jalan raya baik kondisi basah maupun kering.

himalayan
Fusi keduanya menyajikan rasa pengendalian yang bisa kita prediksi sehingga motor begitu mudah dikendalikan. Ini sangat membantu apabila pengemudi masih dalam kategori pemula.

Garpu depan berdiameter 41 mm dan monoshock di belakang dapat meredam guncangan dengan baik ketika melintasi jalanan berlubang dan bergelombang.

Motor ini dibekali dapur pacu dengan mesin 1-silinder berkapasitas 410 cc, SOHC, 4-percepatan dan berpendingin udara. Mesin ini sanggup memuntahkan tenaga sebesar 24,5 hp pada 6.500 rpm dengan torsi 36 Nm pada 4.250 rpm.

Baca: Sejarah Royald Enfield, Motor Legendaris Berusia Lebih dari 100 Tahun

Selain mesin yan tangguh, fitur keselamatannya juga canggih dengan menggunakan rem cakram berukuran 300 mm dua kaliper piston di depan, dan cakram berukuran 240 mm, satu kaliper piston di belakang yang mampu memberikan pengereman maksimal.

Salah satu yang menjadi kendala untuk perjalanan di Ibu Kota adalah konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Bisa dibilang, konsumsi bahan bakarnya sedikit boros, apalagi saat kami beri minum bensin beroktan 98.

Himalayan
Perjalanan dari Depok - Jakarta Pusat - Depok, bisa menempuh jarak kurang lebih 50 km, bisa menghabiskan Rp50.000 sekali isi bensin oktan 98. Jadi, kami harus mengisi bensin satu hari satu kali dengan harga tersebut.

Jujur saja, inilah pertama kalinya kami mengendarai Himalayan di jalanan Ibu Kota. Impresi kami,  performa motor ini top. Cukup mumpuni di segala jenis medan, mesinnya lebih sempurna dari model lain.

Namun, kami hanya bisa menjajal di jalanan kota belum mencoba di jalur offroad, seperti sejarah lahirnya Himayalan yang sanggup melibas jalanan berbatu, berlumpur dan medan menantang lainnya.


Editor : Dani Dahwilani