Tips Merawat Jaket Hujan Pengendara Motor agar Awet

Riyandy Aristyo ยท Sabtu, 12 Januari 2019 - 19:30 WIB
Tips Merawat Jaket Hujan Pengendara Motor agar Awet

Merawat jaket hujan untuk pengendara motor (Foto: RevZilla)

JAKARTA, iNews.id - Jaket antiair atau jaket hujan khusus pengendara motor biasanya terbuat dari bahan berkualitas tinggi. Jaket ini dapat melindungi tubuh dari air hujan dan tidak lembap.

Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang paham bagaimana merawat jaket antiair ini. Lantas, bagaimana cara merawat jaket hujan agar tetap bekerja secara optimal dan berusia panjang? Berikut ulasannya yang dirangkum iNews.id.

Banyak yang salah berpikir karena sifatnya tidak menyerap air, jaket hujan tidak perlu sering dicuci. Sebaliknya, jaket hujan perlu dibersihkan secara rutin agar tidak berbau akibat kotoran, debu, dan keringat.

Hanya saja, jaket hujan tidak bisa dicuci seperti baju biasa, karena pakaian satu ini terbuat dari bahan khusus yang membuatnya tahan air.

Apparel Jaket Hujan Timberland berbagi beberapa tips untuk membersihkan jaket dengan benar, sehingga jaket akan selalu terlihat bagus dan melindungi pemakai untuk waktu yang lama.

1. Mengenal bahan jaket

Jaket hujan terbuat dari bahan yang memiliki pori-pori kecil agar bahan tetap bisa bernapas dan dengan demikian, kelembapan, termasuk keringat, bisa menguap dengan mudah dan tidak mengembun di dalam jaket.

Kemudian, bagian luar bahan jaket diberi lapisan tambahan yang disebut sebagai 'durable water repellent (DWR)' untuk memberi bahan tersebut perlindungan ekstra dari air.

DWR menyebabkan air membutir dengan cepat supaya bisa menggulir dari jaket dengan mudah. Ini mencegah air terdiam lama di atas bahan dan menyerap secara perlahan ke dalam bahan.

2. Jaket bisa mengalami wet-out

Jaket yang sering dipakai akan terekspos pada panas, hujan, keringat, minyak kulit, dan kotoran yang semuanya akan menyebabkan DWR perlahan-lahan luntur.

Akibatnya, jaket akan mudah lembap ketika terkena air dan pemakai tidak akan lagi terlindungi dari basah seperti dahulu. Proses ini disebut sebagai wet-out.

3. Cara pencucian khusus

Untuk mencegah terjadinya wet-out, semua kotoran dan minyak yang menyebabkan lunturnya lapisan DWR perlu dibersihkan. Namun, jaket hujan tidak boleh dicuci dengan deterjen biasa karena kimia di deterjen terlalu keras bagi bahan DWR.

Jika tidak yakin bisa mencuci sendiri, kirimkan jaket ke binatu atau jika tetap ingin mencuci sendiri, gunakan cairan pencuci khusus untuk jaket hujan.

4. Jangan terlalu sering mencuci jaket hujan

Mencuci jaket hujan terlalu sering akan menghilangkan lapisan DWR dengan cepat, mengingat lapisan ini akan terkikis setelah beberapa kali pencucian.

Sebagai gantinya, lap semua kotoran dengan kain bersih setelah menggunakan jaket dan angin-anginkan jaket untuk mengeringkan sisa lembap.

5. Mengembalikan lapisan DWR yang telah luntur

Jika jaket hujan terasa sudah mulai lembap, itu berarti lapisan DWR telah luntur. Namun, jangan khawatir karena lapisan DWR dapat dikembalikan dengan membeli cairan DWR yang bisa dibeli secara online.

Caranya, tutup resleting jaket terlebih dahulu lalu semprot cairan DWR ke seluruh permukaan luar jaket dan beri lapisan tambahan pada area-area yang lebih terekspos atau sering bergesekan dengan benda lain, seperti bagian bahu yang sering terkena tali ransel.


Editor : Vien Dimyati