Berkualitas Rendah, Komunitas Otomotif Enggan Pakai Premium

Riyandy Aristyo · Selasa, 19 Juni 2018 - 23:40:00 WIB
Berkualitas Rendah, Komunitas Otomotif Enggan Pakai Premium
Pertamax Turbo didesain untuk kualitas lebih baik dan performa sempurna bagi mesin kendaraan berteknologi tinggi. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Berbagai komunitas otomotif di tanah air mengaku tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) Premium untuk kendaraannya saat ini. Selain karena berkualitas rendah, pabrikan otomotif memang menyarankan pemakaian BBM dengan oktan minimal 92.

"Kami tidak pernah mengimbau para member untuk menggunakan BBM tertentu. Namun karena sudah merasakan sendiri perbedaan antara BBM oktan rendah dan tinggi, serta anjuran dari perusahaan otomotif, maka hampir seluruh anggota kami mempergunakan BBM seri Pertamax," ujar Ketua Umum Terios-Rush Club Indonesia (TeRuCi), Budi Sunarto, seperti dalam rilis yang diterima iNews.id, Selasa (19/6/2018).

Budi menambahkan, hampir seluruh anggota TeRuCi yang berjumlah 2.600 orang memang menggunakan BBM dengan RON minimal 92. Kalau pun ada yang masih memakai Premium, angkanya sangat kecil, yakni di bawah lima persen.

Menurut Budi, seluruh pengguna Premium tersebut adalah pemilik Rush atau Terios keluaran lama. Jumlah itupun diperkirakan terus berkurang, seiring dengan kesadaran anggota mengenai dampak buruk penggunaan Premium.

"Karena banyak juga pemilik Terios atau Rush keluaran lama yang migrasi dari Premium ke Pertamax. Namun setelah merasakan manfaat BBM RON 92, mereka umumnya enggan kembali memakai Premium," lanjut Budi.

Budi tidak menampik bahwa Premium memang berdampak buruk terhadap kinerja kendaraan bermotor. Apalagi, jika dipaksa digunakan untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik.

"Kalau pakai Premium, ruang bakar lebih kotor dan akselerasi lebih lambat. Hal ini bertolak belakang dengan BBM oktan 92. Bahkan, penggunaan BBM RON tinggi tersebut, ternyata juga lebih irit. Beberapa anggota sudah pernah menghitung," jelasnya.

Tak hanya TeRuCi, komunitas otomotif lain yaitu Honda Odyssey Community Indonesia (HOCI), bahkan mengaku kalau seluruh anggotanya sama sekali tidak mempergunakan Premium.

"Penggunaan BBM RON minimal 92 itu atas anjuran Honda. Kalau dipaksa pakai Premium, mesin bisa rusak," kata mantan Ketua Umum HOCI, Gandhi Nugroho.

Menurutnya, seluruh anggota HOCI sudah sadar terkait kualitas BBM yang ada saat ini. Baik Premium yang bisa berakibat buruk terhadap ruang bakar dan mesin secara keseluruhan.

"Kami semua di HOCI sudah paham mengenai hal itu. Kami sependapat dengan pakar ITB beberapa waktu lalu, bahwa Premium bisa merusak mesin dan bahwa BBM yang sangat dianjurkan adalah yang memiliki oktan minimal 92," jelasnya.

Editor : Nathania Riris Michico