Indonesia Ingin Tambah Nilai Ekspor Kendaraan ke Australia agar Lewati Thailand

Riyandy Aristyo ยท Senin, 09 Maret 2020 - 19:33 WIB
Indonesia Ingin Tambah Nilai Ekspor Kendaraan ke Australia agar Lewati Thailand

Ilustrasi (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Permintaan mobil di Australia setiap tahunnya bisa mencapai 70 persen. Hal ini dimanfaatkan negara-negara ASEAN untuk melakukan ekspor ke negara kanguru tersebut.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (Imatap) Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, Indonesia menjadi salah satu negara ASEAN yang melakukan ekspor ke Australia dan berencana untuk menambah nilai ekspornya.

"Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian sudah meminta principal untuk menambah tipe yang sama ke negara tujuan ekspor (Australia)," kata Putu di JCC, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Putu, mobil penumpang yang paling banyak dicari di Australia, yakni berjenis sedan dan mobil komersial SUV berkabin ganda. Saat ini, pikap double cabin buatan Jepang masih menguasai pasar otomotif Australia ketimbang merek Eropa atau Amerika.

"Kita sedang menjajaki ekspor pikap double cabin, mini, medium, light truk ke Australia. Di sana pasarnya lebih besar dari Indonesia, maka itu kita ingin menambah nilai ekspornya," ujar Putu.

Sebagai informasi, pesaing industri otomotif Indonesia di ASEAN hanyalah Thailand. Dengan dibukanya CEPA dengan Australia, target ekspor otomotif Indonesia diharapkan bisa melewati Thailand.

Saat ini, produksi Thailand lebih tinggi dari Indonesia yakni sebesar 2,1 juta unit dengan ekspor 1,1 juta unit, sedangkan Indonesia produksinya 1,3 juta unit dan ekspor 346.000 unit.

Editor : Tuty Ocktaviany