Jokowi Targetkan Ekspor Mobil 1 Juta Unit pada 2024

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 12 Desember 2019 - 13:16 WIB
Jokowi Targetkan Ekspor Mobil 1 Juta Unit pada 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan ekspor kendaraan roda empat naik menjadi 1 juta unit pada 2024. (Foto: IAMI/Isuzu)

KARAWANG, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan ekspor kendaraan roda empat naik menjadi 1 juta unit pada 2024. Di mana saat ini ekspor Indonesia berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebanyak 300 ribu unit.

Meski banyak tantangan, Jokowi optimistis Indonesia bisa mewujudkan target tersebut. Jika terwujud, kontribusi ekspor mobil terhadap devisa negara bisa meningkat dari 8 miliar dolar AS saat ini, menjadi 24 miliar dolar AS.

"Saya titip kepada Presiden Direktur Astra dari 300 ribu unit pada 2024 untuk industri otomotif, menjadi 1 juta unit maksimal harus keluar dari Indonesia. Ini sangat serius 24 miliar dolar AS harus keluar. Jangan membayangkan enggak bisa. Kita sering pesimis, tapi setelah terealisasi kita kaget," ujar Jokowi, di depan Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto saat peresmian ekspor perdana Isuzu Traga di Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

Menanggapi target ekspor pemerintah, Isuzu optimistis raihan tersebut dapat tercapai. Namun, untuk mewujudkannya butuh dukungan dari pemerintah, kondisi ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

"Seperti yang disampaikan Presiden Jokowi, kami optimistis dengan target tersebut. Di sini yang penting adalah bagaimana dukungan pemerintah terhadap industri, kondisi ekonomi baik, dan SDM yang berkualitas untuk menghasilkan produk Indonesia terbaik di pasar dunia," kata Plant and Technical Div Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Rodko Purba.

Seperti diketahui, IAMI telah meresmikan ekspor perdana kendaraan niaga Isuzu Traga. Filipina menjadi tujuan pertama ekspor Isuzu Traga dengan total 6.000 unit hingga akhir 2020. Angka ini diperkirakan memberikan kontribusi terhadap devisa negara 66 juta dolar AS per tahun.

Editor : Dani Dahwilani