Kredit Mobil untuk Kaum Milenial, Begini Hitungannya

Riyandy Aristyo ยท Senin, 11 Februari 2019 - 19:17 WIB
Kredit Mobil untuk Kaum Milenial, Begini Hitungannya

Program kredit milenial merupakan angsuran berjenjang untuk membantu konsumen muda mengatur angsuran kendaraan sesuai kemampuan. (Foto: Dok)

JAKARTA, iNews.id - Memiliki mobil sudah menjadi salah satu kebutuhan yang wajib terpenuhi banyak orang. Tak terkecuali bagi masyarakat milenial yang baru saja lulus kuliah dan masuk kerja.

Namun, masih banyak kendala yang harus dihadapi, salah satunya adalah soal pembiayaan. Hal menjadi sorotan Direktur Utama Mandiri Tunas Finance (MTF), Arya Suprihadi saat ditemui di perayaan HUT MTF ke-10, Senin (11/2/2019), Thamrin, Jakarta Pusat.

"Kita sudah siapkan program kredit untuk anak-anak milenial yang ingin membeli mobil baru. Syaratnya, dalam beberapa tahun ke depan penghasilannya bisa bertambah," kata Arya.

Dia menjelaskan, program kredit milenial merupakan angsuran berjenjang untuk membantu konsumen muda mengatur angsuran sesuai kemampuan dengan tenor bisa mencapai lima sampai tujuh tahun.

"Hitungannya, down payment (dp) disesuaikan, tergantung nilai bunga kemudian besaran angsurannya. Kita sediakan tenor paling lama tujuh tahun," katanya.

Mandiri
Perlu diketahui, program kredit milenial hanya ditujukan untuk mobil-mobil baru dari segmen Low Cost Green Car (LCGC) atau mobil yang harganya dikisaran Rp80 - Rp100 jutaan.

"Pengajuan kredit harus mobil baru di antara range harga Rp80 - Rp100 jutaan, mobil LCGC. Tapi, kalau ada yang mengajukan kredit mobil MINI atau BMW, kita pantau pengajuannya lebih ketat," ujar Arya.

Dia menyarankan jika ingin mengajukan kredit milenial harus pintar membagi keuangan untuk kebutuhan lain, seperti makan dan tempat tinggal.

"Kalau yang belum punya rumah atau masih kontrak sisanya berapa dihitung kemudian baru untuk angsuran atau hal-hal lain," kata Arya.

Dia menyoroti fenomena generasi milenial yang suka jalan-jalan. Ini harus dikurangi dan diinvestasikan untuk aset masa depan.

"Jadi mesti di manej-lah, terutama milenial ini suka jalan-jalan ke tempat yang instagramable. Itu mesti dihitung. Jangan jalan terus nanti tidak punya aset," ujarnya.


Editor : Dani Dahwilani