Laba Naik, Volvo Pertahankan Pusat Ekspor di China

Riyandy Aristyo ยท Senin, 11 Februari 2019 - 17:05 WIB
Laba Naik, Volvo Pertahankan Pusat Ekspor di China

Volvo merilis laporan kinerja perusahaan 2018 dengan laba operasional sekitar 1,53 miliar dolar AS, meningkat 0,9 persen dari tahun sebelumnya. (Foto: Carscoops)

GOTEBORG, iNews.id - Produsen mobil asal Swedia, Volvo membukukan kenaikan keuntungan operasional sebesar 0,9 persen sepanjang 2018. Atas raihan ini, pasar ekspor Volvo akan dipertahankan terpusat di China selama 2019.

Dikutip dari Xinhua, Senin (11/2/2019), pimpinan perusahaan, Hakan Samuelsson mengatakan, sebagian besar mobil Volvo yang dijual di China dibangun di dalam negeri (China). Langkah ini untuk menghindari pajak besar akibat perang tarif.

"Saat ini, sebagian besar mobil yang dijual di China dibangun di China dan memiliki tingkat lokalisasi yang sangat baik. China juga digunakan sebagai pusat ekspor Volvo Cars. Karena tarif yang dikenakan AS, kami harus mendistribusikan ulang," ujar Samuelsson.

Untuk menghindari kenaikan biaya tarif ekspor, dia mengatakan, mobil yang diproduksi di China tidak diekspor ke AS. Mobil dikirim ke negara ketiga yang tidak terpengaruh perang tarif.

Baru-baru ini, Volvo merilis laporan kinerja perusahaan 2018 dengan laba operasional sekitar 1,53 miliar dolar AS (Rp21,4 triliun), meningkat 0,9 persen dari tahun sebelumnya. "Hasil yang sesuai dengan harapan kami, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan ambisi jangka panjang," ujarnya.

"Pertumbuhan pendapatan dan penjualan pada 2018 memang sehat, tetapi profitabilitas dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti tarif dan meningkatnya persaingan harga di beberapa pasar," katanya lagi.

Sekadar informasi, Volvo sudah menjadi bagian dari produsen mobil China Geely setelah diakuisisi pada 2010. Saat ini, jumlah tenaga kerja perusahaan sebanyak 38.000 orang di seluruh dunia.


Editor : Dani Dahwilani