Resmikan Ekspor Perdana Isuzu Traga, Ini Pesan Presiden Jokowi

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 12 Desember 2019 - 11:32 WIB
Resmikan Ekspor Perdana Isuzu Traga, Ini Pesan Presiden Jokowi

Presiden Jokowi meresmikan ekspor perdana Isuzu Traga. (Foto: IAMI/Isuzu).

KARAWANG, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan ekspor perdana kendaraan niaga Isuzu Traga di pabrik Isuzu Karawang Plant, Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Kamis (12/12/2019). Jokowi berharap ekspor Isuzu meningkat di tahun berikutnya.

"Kita sedang berusaha memperkecil impor dan meningkatkan ekspor. Kenapa saya mau datang ke Isuzu karena akan mengekspor Isuzu Taraga. Ini yang diharapkan pemerintah. Ekspor kita meningkat dan terus naik," ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto mengatakan, Filipina adalah negara tujuan pertama ekspor Isuzu Traga dengan total 6.000 unit hingga akhir 2020 dengan kontribusi devisa negara sekitar 66 juta dolar AS per tahun.

"Hanya 6.000 unit memang masih sedikit. Namun, ekspor lndonesia dari tahun ke tahun meningkat pesat. Berdasarkan data Gaikindo ekspor CBU 300 ribu unit 8 miliar dolar AS. Di mana 78 persen dari Astra Group ke lebih 68 negara," ujarnya.

Dia menyebutkan pada 3 tahun ke depan, Isuzu Indonesia berencana memperluas negara tujuan ekspor Isuzu Traga ke lebih 20 negara, tidak hanya di Asia Tenggara, namun juga Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara Afrika.

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Jap Ernando Demily memaparkan, ekspor ini selain bertujuan meningkatkan kapasitas dan memenuhi target produksi, juga sebagai upaya perusahaan meningkatkan kualitas produk Isuzu agar memenuhi standar kualitas kelas dunia. Pada akhirnya ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi global kendaraan Isuzu di luar Jepang.

"Dalam setiap produknya, dan khususnya untuk ekspor Isuzu Traga ini, Isuzu Indonesia berjanji terus berusaha memberikan kualitas, biaya serta penyampaian produk terbaik agar dapat menjadi basis produksi yang unggul di grup Isuzu dan dunia," katanya.

Dia menyebutkan untuk pertama kalinya Isuzu mengekspor Isuzu Traga dengan tingkat kandungan lokal TKDN 53 persen, sehingga membantu devisa negara.

Ekspor Isuzu Traga sendiri mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dari Bea dan Cukai. Kami mendapatkan Fasilitas KITE yang merupakan salah satu fasilitas yang diberikan Direktorat Jenderal Bea Cukai melalui Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat.

Melalui fasilitas ini, impor bahan baku yang diolah, dirakit, dipasang pada barang dan hasil produksinya akan diekspor, diberikan pembebasan bea masuk dan PPn Impor tidak dipungut.

Ekspor dari Isuzu Traga ini tidak hanya berdampak pada lingkaran internal dari Isuzu Indonesia sendiri, tapi juga di lingkaran eksternal bisnis Isuzu.

Kegiatan ekspor membutuhkan penambahan supplier hingga total supplier yang terlibat mencapai 119 perusahaan. Secara keseluruhan, ekspor akan memberikan tambahan penghasilan bagi para supplier hingga 9 juta dolar AS per tahun, serta penambahan omzet untuk perusahaan logistik dapat mencapai 300 ribu dolar AS per tahun.

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Ernando Demily mengatakan, ekspor ini selain bertujuan meningkatkan kapasitas dan memenuhi target produksi, juga sebagai upaya perusahaan meningkatkan kualitas produk Isuzu agar memenuhi standar kualitas kelas dunia. Pada akhirnya ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi global kendaraan Isuzu di luar Jepang.

"Dalam setiap produknya, dan khususnya untuk ekspor Isuzu Traga ini, Isuzu Indonesia berjanji terus berusaha memberikan kualitas, biaya serta penyampaian produk terbaik agar dapat menjadi basis produksi yang unggul di grup Isuzu dan dunia," ujarnya.

Editor : Adhityo Fajar