Sewakan Mobil Listrik, Hyundai Investasi Rp3,6 T di Grab Singapura

Riyandy Aristyo ยท Jumat, 09 November 2018 - 20:27 WIB
Sewakan Mobil Listrik, Hyundai Investasi Rp3,6 T di Grab Singapura

Hyundai Motor meningkatkan investasi sebesar 250 juta dolar AS atau senilai Rp3,6 triliun (Rp14.667/USD) di Grab Singapura. (Foto: Reuters)

SINGAPURA, iNews.id - Hyundai Motor meningkatkan peluang bisnis di pasar Asia Tenggara dengan menginvestasikan dana sebesar 250 juta dolar AS atau senilai Rp36 triliun (Rp14.667/USD) di Grab Singapura. Hal tersebut bertujuan untuk bersaing dalam perlombaan transportasi era baru.

Dikutip dari Reuters, Jumat (9/11/2018), investasi ini merupakan terbesar dilakukan Hyundai untuk sebuah perusahaan teknologi otomotif. Selain itu, hal ini juga menjadi strategi bisnis para konglomerat Korea Selatan yang biasanya menghindari kemitraan dalam mendukung pengembangan teknologi sendiri.

Hyundai dan afiliasinya Kia Motors Corp akan meluncurkan proyek percontohan kendaraan listrik di Asia Tenggara tahun depan. Dimulai dengan Singapura, di mana 200 kendaraan listrik akan disewakan kepada pengemudi Grab.

Proyek itu nantinya akan diperluas ke negara lain termasuk Malaysia dan Vietnam. Di mana pasar untuk mobil bertenaga 'tradisional' saat ini didominasi Jepang.

Langkah ini dilakukan Hyundai karena penjualan di dua pasar terbesarnya, yakni China dan Amerika Serikat berjalan lamban. Sementara harga saham mereka jatuh hampir sepertiga tahun ini.

"Tidak hanya Hyundai, semua produsen otomotif global telah menyadari bahwa menghasilkan pendapatan semata-mata dari penjualan kendaraan bukanlah pilihan berkelanjutan dan layak," ujar Chief Innovating Officer Hyundai, Chi Young-cho.

Awal tahun ini, Hyundai telah menginvestasikan 25 juta dolar AS untuk 0,45 persen saham di Grab, bergabung dengan investor lain seperti perusahaan Didi Chuxing, perusahaan Jepang SoftBank Group Corp dan Toyota Motor Corp.

Grab mengatakan sejauh ini telah mengumpulkan 2,7 miliar dolar AS dari pendanaan, termasuk investasi terbaru Hyundai, dan berada pada jalur untuk menarik lebih dari 3 miliar dolar AS pada akhir tahun ini.


Editor : Dani Dahwilani