Diajak Renault Merger, Nissan Tak Tertarik

Dani M Dahwilani · Minggu, 13 Mei 2018 - 20:39 WIB

Nissan tak berminat merger dengan mitra aliansinya, Renault. (Foto: Interesting Engineering)

BEIJING, iNews.id - Kelanjutan hubungan erat Renault dan Nissan perlahan terkuak. Nissan tak berminat merger dengan mitra aliansinya, Renault, meskipun pemerintah Prancis mendorong langkah tersebut.

Berbicara dengan Nikkei Asian Review di Beijing Motor Show, baru-baru ini, Chief Executive Nissan, Hiroto Saikawa mengindikasikan menggabungkan kedua produsen mobil tidak masuk akal.

“Saya tidak melihat pahala (dalam penggabungan). Saya pikir itu akan memiliki efek samping,” ujarnya, seperti dilansir dari Carscoops, Minggu (13/5/2018).

“Titik aliansi adalah menjaga anggotanya tetap independen dan memaksimalkan pertumbuhan masing-masing. Pengaturan ini menghasilkan sinergi di berbagai bidang seperti pengembangan dan produksi,” kata Saikawa.

Diketahui, pemerintah Prancis memiliki 15,1 persen saham di Renault dan dilaporkan mendorong untuk merger dengan Nissan guna memperluas industri otomotif negara tersebut.

Dalam Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Renault memegang 43,4 persen saham di Nissan, sementara Nissan memiliki 15 persen saham di Renault dan 34 persen di Mitsubishi.

Meskipun Nissan tidak ingin bergabung dengan Renault, kepala eksekutif Aliansi Carlos Ghosn baru-baru ini mengatakan, "semua opsi terbuka" terkait kabar tersebut".

Sementara itu, ketidakpastian tentang hubungan kedua perusahaan telah berdampak negatif pada harga saham mereka dalam beberapa hari terakhir.

Masa depan Renault dan Nissan akan terungkap pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Grup Renault di Paris, bulan depan.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR