Volvo Sebut Kualitas Mobil China Lebih Baik dari Eropa

Riyandy Aristyo · Selasa, 15 Mei 2018 - 21:34 WIB

Dulu mobil-mobil produksi China terkenal dengan harganya yang murah dan berkualitas buruk, namun sekarang pandangan tersebut berubah. (Foto: Autoevolution)

BEIJING, iNews.id - Banyak produsen otomotif dunia yang kini berada di bawah kendali perusahaan China. Sebut saja Proton dan Volvo yang sahamnya sebagian besar dimiliki Geely.

Dilansir Autoevolution, Selasa (15/5/2018), sejak diambil alih China, banyak mobil yang terjual dibandingkan pencapaian sebelumnya secara global. Dulu mobil-mobil produksi China terkenal dengan harganya yang murah dan berkualitas buruk, namun sekarang pandangan tersebut berubah.

"Banyak orang yang khawatir akan kualitas mobil produksi China. Namun, saat mereka mulai membuat ternyata kualitasnya lebih tinggi dibandingkan Eropa," ujar Senior Vice President of Design Volvo, Robin Page.

Mengapa demikian? Menurut Page, perusahaan Geely tidak tergantung pada sistem mesin otomatis dan memiliki toleransi yang ketat pada hasil produksi mobil-mobilnya.

"Bila kita bertanya pada pegawai di Eropa maka mereka akan mengatakan seluruh proses produksi telah diambil alih oleh sistem otomatis sehingga sedikit sekali yang melibatkan pekerja dalam proses akhir," katanya.

"Sedangkan pabrikan Cina lebih banyak mempekerjakan orang dan tidak tergantung pada sistem otomatis pada proses produksi sehingga menetapkan toleransi yang tinggi pada hasil akhirnya," ujar Page.

Volvo mulai mengekspor kendaraan buatan China ke seluruh dunia pada 2014 dengan generasi sebelumnya, wheelbase S60. Selain itu, perusahaan memindahkan produksi sedan S90 dari Swedia ke China pada akhir 2016.

Kendaraan lain dari Geely, termasuk berbagai model Volvo dan Lynk & Co Electric, akan dibangun  dan diekspor dari China.

"Ini bukan perbedaan besar, tetapi jika Anda membuat skor ke skor dan rata-rata, China sangat bagus. Jadi, kami tidak begitu khawatir tentang itu sekarang," kata Page.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR