Air Bekas AC Rumah Bisa Dijadikan Cairan Pengisi Radiator

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 16 Mei 2018 - 06:35 WIB
Air Bekas AC Rumah Bisa Dijadikan Cairan Pengisi Radiator

Isi air radiator tidak bisa sembarangan, gunakan cairan bebas timbal, coolant atau sebagai alternatif tetesan air AC. (Foto: Car Outfitter)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

DEPOK, iNews.id - Tidak semua cairan atau air bisa digunakan untuk mengisi radiator mobil. Meskipun dalam kondisi darurat, tetap harus memperhatikan kandungannya.

"Minimal diisi dengan air steril bebas timbal atau limbah sehingga radiator dapat bekerja secara maksimal. Karena kalau kotor suhu mobil jadi cepat tinggi dan rusak," ujar pemilik bengkel CV Sejuk AC Sukses, Kamil Wibowo saat ditemui iNews.id, Selasa (15/5/2018).

Untuk perawatan Kamil tidak bisa mengatakan sebarapa jauh radiator harus dicek karena yang terpenting adalah dicek secara berkala.

Selain itu, beberapa kerusakan radiator juga sering ditemui di bengkelnya adalah masalah kelistrikan, kipas tidak berfungsi dan air radiator mengering.

"Seperti di mobil-mobil zaman sekarang, jika electrical fan mati, temperatur naik, air kosong kesedot atau air memuai menguap, sehingga mesin radiator kering dan rusak. Jadi dua itu yang bikin radiator rusak," kata Kamil.

Dia menyarankan agar para pemilik mobil tidak terlena dengan kondisi mobil. Meskipun dalam keadaan sehat atau baik wajib melakukan pemeriksaan cairan radiator secara berkala.

Selain air, Kamil juga memberikan tips lain untuk mengisi air di dalam radiator. Yakni dengan coolant atau air tetesan AC di rumah.

"Kalau coolant itu bisa dibeli di toko sparepart, dan beli di bengkel atau toko resmi agar kualitasnya terjaga. Harganya juga tidak terlalu mahal. Alternatif lainnya adalah dengan menampung air AC yang ada di rumah. Itu juga bisa digunakan. Karena itukan air embun dan bersih. Tapi harus diletakkan di wadah yang bersih juga," ujarnya.

Pengisian cairan di radiator dapat dilakukan dengan membuka kran di bagian bawah. Lalu biarkan cairan mengalir keluar sambil dinyalakan mesinnya.

"Dengan catatan ada air mengalir yang masuk agar radiator tidak kosong. Ketika air atau cairan yang keluar sudah berubah warna menjadi bening atau tidak keruh, mesin dimatikan lalu kran radiator ditutup, dan diisi lagi dengan cairan yang bersih," kata Kamil.


Editor : Dani Dahwilani