Tiga Poin Perubahan Besar pada Suzuki All New Ertiga

Riyandy Aristyo · Rabu, 16 Mei 2018 - 18:08 WIB

Suzuki mengklaim ada tiga poin perubahan penting yang menjadi keunggulan All New Ertiga, yakni mesin, sasis dan fitur keselamatan terbaru. (Foto: iNews.id)

BOGOR, iNews.id - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) baru saja meluncurkan All New Suzuki Ertiga ke publik. Generasi kedua Ertiga ini hadir dengan sederet perubahan guna memikat konsumen.

Apalagi harga yang ditawarkan cukup kompetitif. Sebab itu, Suzuki Indonesia sangat serius menggarap produk ini dengan investasi yang ditanamkan di fasilitas produksi mereka.

GM Strategic Planning Dept PT SIS, Ryohei Uchiki mengemukakan, ada tiga poin perubahan penting pada All New Ertiga, yakni mesin, sasis dan fitur keselamatan terbaru.

All New Ertiga diklaim lebih irit dan bertenaga ketimbang generasi pertama. Jika dilihat spesifikasi engine, Ertiga baru mengalami peningkatan signifikan dengan bekal mesin K15B berkapasitas total 1.462 cc. Sementara Ertiga lama memakai mesin 1.372 cc.

"Suzuki Indonesia mengubah bore x stroke hingga rasio kompresinya. Artinya, Suzuki Indonesia harus memproduksi blok mesin, piston hingga kruk as baru untuk All New Ertiga," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (16/5/2018).

Dia menerangkan, bila dibandingkan bore x stroke dan rasio kompresi Suzuki Ertiga lama adalah 73 x 82 dan 11.0. Sementara All New Suzuki Ertiga 74 x 85 dengan rasio kompresi 10.5. Racikan tersebut membuat All New Ertiga mendapatkan catatan tenaga total 103 hp di 6.000 rpm dan torsi maksimal 138 Nm pada 4.400 rpm, serta konsumsi BBM 18,09 km/liter.

Selain mesin baru, sektor yang diklaim turut memengaruhi performa dan efisien All New Ertiga adalah penggunaan sasis. Meski dimensinya lebih besar dengan model pertama, tapi Ertiga baru nyatanya lebih ringan.

"All New Ertiga dimensinya lebih panjang, lebar dan tinggi dibanding pendahulunya. Dengan sasis yang lebih ringan ini, BBM all-new Ertiga lebih efisien sekitar enam persen dan rigiditasnya juga meningkat 10 persen," kata 4W Service Section Head PT SIS, Totok Yulianto saat memberikan materi di ulang tahun Forum Wartawan Otomotif (Forwot) ke-15 tahun di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut, sepertinya Suzuki Indonesia ingin memberikan performa lebih terhadap All New Ertiga. Sasis tersebut turut mendukung untuk berakselerasi lebih baik, stabil di tikungan dan sanggup melakukan pengereman lebih pendek.

Tentu saja kemampuan tersebut ditopang sektor pendukung lain. Salah satunya yaitu memakai steering system VGR (variable gear ratio) rack & steering. Sistem kemudi ini akan memudahkan pengemudi All New Ertiga ketika melahap tikungan karena radius putar setir lebih sedikit. Kuncinya terletak pada komposisi rack steering di mana pada bagian tengah di buat lebih renggang.

Dari segi keselamatan dan keamanan, penambahan fitur safety (keselamatan) baru juga memberikan nilai tambah. Pasalnya, Ertiga baru kini sudah disemati ESP (electronic stability program). Sistem kerjanya sudah terprogram untuk memberikan grip di keempat ban. Jadi, pengemudi all-new Ertiga tidak akan mengalami gejala oversteer atau understeer di tikungan. Itu lantaran ESP akan bekerja otomatis memberikan grip di masing-masing ban.

Selanjutnya adalah fitur Hill Hold Control (HHC) yang berfungsi memudahkan pemilik ketika menemui kondisi jalan tanjakan dan menurun, terlebih saat situasinya sedang macet. Cara kerja fitur ini terkait dengan sistem pengereman. Jadi, ketika pengemudi menginjak rem dan melepasnya, maka posisi mobil akan tetap berhenti selama 2 detik saat berada di kondisi tersebut.

Secara keseluruhan, kedua fitur ini memudahkan bahkan bagi pengemudi baru sekalipun. Namun, catatannya adalah ESP dan HHC hanya bersifat membantu saja. Satu lagi, kedua fitur ini juga hanya bisa ditemui pada varian tertinggi all-new Suzuki Ertiga bertransmisi otomatis. Sementara di tipe lainnya, all-new Suzuki Ertiga sudah mendapatkan fitur ABS (anti-lock braking system) dan EBD (Electronic Brake Distribution).​


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR