Boleh Mengemudi Mobil, Wanita Arab Ramai Kunjungi Pameran Otomotif

Riyandy Aristyo · Kamis, 17 Mei 2018 - 15:19 WIB
Boleh Mengemudi Mobil, Wanita Arab Ramai Kunjungi Pameran Otomotif

Izin mengemudi segera berlaku, banyak kaum hawa mulai berani datang ke pameran otomotif yang diselenggarakan di Riyadh. (Foto: Gulfnews)

RIYADH, iNews.id - Setelah pemerintah Arab Saudi mengizinkan wanita mengemudi kendaraan mulai bulan depan, sebagian  pabrikan otomotif memanfaatkan momen tersebut untuk menyajikan kendaraan andalannya. Banyak dari kaum hawa mulai berani datang ke pameran yang diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi.

Dilansir dari Gulfnews, Kamis (17/5/2018) dalam salah satu pameran otomotif yang berlangsung selama tiga hari banyak wanita Arab melihat mobil kelas atas, berinteraksi dengan dealer dan perusahaan asuransi.

Terlihat beragam mobil mewah dari berbagai pabrikan asal Eropa hingga Amerika dipajang. Sebut saja, Mercedes-Benz, Lamborghini, hingga GMC. Tak hanya itu, pada pameran yang dinamakan Pinkish tersebut, para wanita juga dapat mencoba simulator yang telah disediakan, agar dapat merasakan sensasi kendaraan yang akan dipilihnya.

Pameran ini menargetkan pengunjung wanita hingga 80.000 orang, dan menunjukkan komitmen negara tersebut untuk mendukung kebijakan perempuan agar dapat mengemudi.

"Para wanita terlihat begitu antusias berdikusi, dengan kerabat dan teman mereka mengenai mobil apa yang paling cocok untuknya," ujar salah seorang staf penyelengara pameran.

Seperti diketahui, pada September lalu, Raja Salman Bin Abdul Aziz mengakhiri tradisi larangan menyetir bagi perempuan di negara tersebut. Sang raja mencabut larangan mengemudi dan memberikan kesempatan kepada perempuan Arab mendapatkan surat izin mengemudi (SIM).

Masa tenggang hingga 24 Juni diberikan untuk mempersiapkan infrastruktur, termasuk mendirikan sekolah mengemudi dan mempekerjakan instruktur perempuan.

"Hari-hari ini semua hal terkait mobil memikat perempuan saudi. Saya sendiri ingin tahu lebih banyak soal mobil dan harganya," kata Shaimaa al-Fadl, salah seorang perempuan pengunjung pameran.

Bisa jadi, dengan diberlakukannya kebijakan tersebut mengubah gaya hidup jutaan perempuan di Saudi dalam beraktivitas.


Editor : Dani Dahwilani