Gaikindo Dukung Mobil Listrik di Indonesia, Syaratnya Ini

Riyandy Aristyo · Rabu, 23 Mei 2018 - 21:11 WIB

Gaikindo meminta pemerintah memberi kesempatan mobil listrik berkembang dan berkompetisi secara alami tanpa membatasi produksi mobil bensin. (Foto: Dok/Mitsubishi)

JAKARTA, iNews.id - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendukung penuh program pemerintah mengenai pemberlakuan kendaraan listrik (electric vehicle) di Tanah Air. Namun, pemerintah diminta jangan terlalu terburu-buru menerapkan kebijakan tersebut.

Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi mengatakan, pemerintah sebaiknya memberi kesempatan mobil listrik berkembang dan berkompetisi secara alami di pasar Indonesia tanpa membatasi produksi dan penjualan mobil berbahan bakar bensin.

"Pada dasarnya kami (Gaikindo) mendukung penuh produksi mobil listrik di Indonesia. Namun, harus di tegaskan pemerintah jangan membatasi produksi mobil combustion engine, misalnya pada 2040. Jangan mematikan industri (otomotif) yang sudah ada," ujarnya, di sela-sela jumpa pers Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018.

Terkait insentif pajak bagi mobil listrik, Nangoi meminta pemerintah berlaku adil. "Pemerintah hanya perlu mendukung dengan regulasi. Kalau mobil listrik diberi insentif, kami juga minta treatment yang sama," kata Yohannes.

Treatment yang dimaksud, lanjut dia, antara lain pembenahan pajak untuk mobil-mobil jenis sedan yang selama ini masih digolongkan sebagai barang mewah di Tanah Air.

Seperti diketahui, pada tahun lalu tercetus gagasan untuk membatasi produksi dan penjualan mobil berbahan bakar minyak pada 2040 dan menggantinya dengan mobil listrik. Wacana tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Pemerintahan Presiden Joko Widodo sendiri berambisi 20 persen mobil yang diproduksi dan dijual di Indonesia sudah mengunakan mesin listrik.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR