Soal Tarif Impor, Hyundai Tuduh Trump Bidik Perusahaan Mobil Asing

Dani M Dahwilani · Minggu, 10 Juni 2018 - 23:37 WIB
Soal Tarif Impor, Hyundai Tuduh Trump Bidik Perusahaan Mobil Asing

Hyundai menilai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara langsung menargetkan produsen mobil internasional dengan ancaman tarif. (Foto: CBC)

SEOUL, iNews.id - Chief Operating Officer (CEO) Hyundai Motor Amerika, Brian Smith mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara langsung menargetkan produsen mobil asing dengan ancaman tarif.

Berbicara kepada Bloomberg, Smith mengklaim Trump telah menunjukkan sedikit perhatian terhadap produsen mobil internasional yang membangun kendaraan di AS.

"Yang menakutkan adalah tampaknya ada banyak percakapan di sekitar perusahaan berbasis impor dan bahkan tidak banyak kesadaran bahwa ada sejumlah besar kendaraan yang diproduksi di sini oleh perusahaan internasional," ujar Smith, seperti dilansir dari Carscoops, Minggu (10/6/2018).

“Seluruh percakapan tarif tidak ada, Ya, kami akan memproduksi di sini di Amerika Serikat dan semuanya baik-baik saja. Ini lebih tentang perusahaan internasional tampaknya menjadi target,” katanya.

Smith bertemu dengan Trump di Gedung Putih pada Mei lalu, bersama sembilan eksekutif otomotif lainnya. Tak lama setelah pertemuan itu, Departemen Perdagangan memulai penyelidikan untuk melihat apakah mobil impor merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS.

Laporan menyatakan pemerintah AS dapat mengganjar mobil impor dengan tarif hingga 25 persen.

Seperti banyak pembuat mobil internasional lainnya, Hyundai memproduksi banyak kendaraan di Amerika Serikat. Bahkan, lebih dari separuh kendaraan yang dijualnya di AS diproduksi di sana.

Departemen Perdagangan mengklaim impor kendaraan penumpang meningkat dari 32 persen menjadi 48 persen dalam kurun 20 tahun terakhir. Selain itu, 22 persen lebih sedikit produksi otomotif di AS daripada tahun 1990.

Akan sangat menyenangkan jika kami memiliki rincian angka-angka tersebut, karena hanya satu angka saja tidak cukup untuk menilai situasi secara akurat. Misalnya, jumlah mobil premium AS yang terjual 20 tahun lalu dan hari ini.

Sejumlah pihak menilai tidak akan terkejut melihat Trump menampar impor dengan tarif besar, yang dapat dengan mudah meningkatkan ke perang dagang dengan Eropa dan negara-negara Asia, seperti Korea Selatan dan Jepang.

 


Editor : Dani Dahwilani