Bahaya Microsleep, Pengemudi Tiba-Tiba Tertidur 30 Detik

Dani M Dahwilani · Minggu, 10 Juni 2018 - 22:20 WIB
Bahaya Microsleep, Pengemudi Tiba-Tiba Tertidur 30 Detik

Microsleep sering terjadi saat melakukan pekerjaan monoton, seperti berkendara dalam waktu yang lama pada perjalanan mudik ke kampung halaman. (Foto: Auto2000 for iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Banyak orang menjalankan tradisi mudik Lebaran menggunakan mobil pribadi. Meski begitu, banyak di antara kita yang masih berjibaku dengan beragam kesibukan sebelum mudik.

Alhasil, jam istirahat tidur pun kurang maksimal. Kondisi tersebut diperburuk dengan fakta bahwa saat puasa, jam biologis manusia ikut berubah, sehingga beberapa orang mengalami kesulitan mendapatkan istirahat tidur yang optimal.

Efek sampingnya, timbul rasa mengantuk berlebih di luar waktu istirahat. Saat ini terjadi, otak merasakan kelelahan namun tetap bertahan supaya Anda tetap terjaga. Risikonya adalah microsleep atau tertidur secara tiba-tiba hanya dalam waktu yang sangat singkat, sekitar 1 hingga 30 detik.

Microsleep sering terjadi saat melakukan pekerjaan monoton, seperti berkendara dalam waktu yang lama pada perjalanan mudik ke kampung halaman.

Anda harus waspada atas risiko timbulnya microsleep. Kenapa? Saat ini, di pulau Jawa nyaris terhubung dengan jalan tol. Jalan tol yang panjang bisa membuat pengemudi terlena. Biasanya, tingkat kewaspadaan ikut menurun.

Padahal, Anda bisa berkendara konstan, katakanlah 80 km/jam. Jika dikalkulasi, dalam 1 detik kendaraan Anda sanggup melaju 22 meter. Itu baru 1 detik. Dalam waktu 3 detik, mobil Anda sudah melaju sekitar 66 meter.

Perhitungan ini juga berlaku saat Anda berkendara di jalan nontol. Saat Anda terserang microsleep, banyak hal bisa terjadi selama kurun waktu dan jarak tersebut.

Paling simpel adalah mobil pindah jalur tanpa disadari. Kalau jalan kosong, Anda beruntung. Tapi bagaimana kalau ada truk sedang berjalan lambat di jalur tersebut? Atau bahkan saking lepas kendali, mobil meluncur ke jalur berlawanan arah.

Sebelum microsleep berdampak membahayakan keselamatan Anda dan keluarga, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar perjalanan berjalan tanpa kendala.

Auto2000 sebagai dealer Toyota terbesar di Indonesia memberikan beberapa tips terhindar dari microsleep.

Pertama, selama mengemudi cobalah perhatikan respons tubuh. Apakah pernah melakukan kesalahan kecil seperti salah menyalakan lampu sein atau sulit menjaga mobil tetap berada di jalurnya?

Berkaitan dengan kondisi fisik, amati pula apakah kepala dan kelopak mata terasa berat? Atau bahkan kerap menguap dengan durasi yang cukup panjang dan kepala mengangguk tanpa sengaja. Kalau sudah begini, daya refleks menurun drastis dan koordinasi antaranggota tubuh ikut melemah. Anda jadi ragu dan sulit mengantisipasi potensi masalah yang terjadi di depan mata.

Kedua, Tingkatkan kewaspadaan saat memasuki jam kritis atau saat Anda telah mengemudi selama hampir 3 jam. Apalagi bila di jalan sering terkena macet yang cukup menguras stamina. Segera berhenti mengemudi, mintalah rekan atau keluarga menggantikan Anda, dan beristirahatlah.

Ketiga, bagaimana bila Anda merasa sudah sangat lelah sementara tidak ada driver pengganti? Jalan terbaik satu-satunya adalah berhenti dan beristirahat tidur. Rentang waktu sekitar 30 menit sudah cukup asal tidur Anda pulas. Rest area bisa jadi pilihan lokasi terbaik saat Anda melaju di jalan tol.


Editor : Dani Dahwilani