Kecewa Proton Dibeli China, Mahathir Kembali Buat Mobil Nasional

Riyandy Aristyo · Selasa, 12 Juni 2018 - 14:11 WIB

Proton diakuisisi China, Perdana Menteri Mahathir Mohamad (tengah) mengungkapkan kemungkinan ada proyek mobil nasional kembali. (Foto: Dok/iNews)

TOKYO, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengungkapkan kemungkinan ada proyek mobil nasional kembali. Hal tersebut disampaikan saat melakukan perjalanan kenegaraan pertamanya ke Jepang, setelah kembali menjabat sebagai perdana menteri.

Dikutip dari Business Times, Selasa (12/6/2018), rencana tersebut tercetus lantaran dia kecewa mobil nasional Malaysia, Proton, diakuisisi penuh pabrikan mobil China, Geely.

"Ambisi kami adalah memulai (proyek) mobil nasional lainnya. Mungkin dengan bantuan dari mitra kami di Asia Tenggara. Kami ingin menembus pasar dunia. Kita harus kembali ke ide adanya mobil nasional," ujar Mahathir.

Dia mengatakan Malaysia akan meminta dukungan dan keahlian dari negara lain untuk kembali memproduksi mobil nasional.

Mahathir Mohamad
Mahathir menilai Malaysia sebetulnya memiliki keahlian dan teknologi untuk mendesain dan memproduksi mobil baru karena selama dua dekade menjalin kerja sama dengan pabrikan Jepang, Mitsubishi Motors.

"Namun masih ada beberapa bagian dari mobil yang sangat mahal untuk dikembangkan. Kami akan mengambil beberapa bagian yang mahal itu dari negara lain, termasuk tentu saja Jepang," kata Mahathir.

Seperti diketahui, Mahathir merupakan penggagas mobil nasional Malaysia, Proton, pada 1983. Sayang, citra mobil Proton tidak sesuai dengan keinginan konsumen Malaysia.

Banyak yang menganggap model Proton tidak bagus sehingga popularitasnya terus menerus dari tahun ke tahun, seiring ketatnya persaingan dengan merek-merek asing.

Kemudian, pada 2017 DRB-HICOM menjual 49,9 persen saham di Proton kepada pabrikan mobil China, yakni Geely.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR