Mahasiswa Indonesia Juara Adu Cepat dan Hemat Shell Eco-Marathon

Dani M Dahwilani · Senin, 09 Juli 2018 - 16:29 WIB
Mahasiswa Indonesia Juara Adu Cepat dan Hemat Shell Eco-Marathon

Tim ITS Team 2 dengan mobil UrbanConcept Sapuangin XI Evo 2 juara pertama adu cepat dan hemat energi Shell Eco-Marathon Drivers’ World Championship (SEM DWC). (Foto: Shell for iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Tim mahasiswa Indonesia kembali mencetak prestasi membanggakan di ajang festival Shell Make the Future Live di London, Inggris, pada 5 - 8 Juli 2018.

Setelah mobil pintar Tim Smart Car MCS Universitas Gajah Mada (UGM) juara dunia Shell Ideas360, giliran Tim ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan mobil UrbanConcept Sapuangin XI Evo 2 juara pertama dalam adu cepat dan hemat energi Shell Eco-Marathon Drivers’ World Championship (SEM DWC) Grand Final 2018.

Tim ITS Team 2 yang mengusung mobil UrbanConcept berbahan bakar gasoline berhasil mengungguli delapan tim lain yang mewakili Asia, Amerika dan Eropa. Posisi kedua ditempati Tim Sask Eco UC dari Kanada, dan tim Toulouse Ingenierie Multidisciplinaire dari Prancis di posisi ketiga.

Manager Tim ITS Team 2, Rafi Rasyad mengungkapkan bahagia setelah timnya berhasil menjuarai kompetisi adu cepat mobil hemat energi.

“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Kerja keras kami bersama tim dan dosen pembimbing selama berbulan-bulan terbayar dengan menjadikan karya kami Sapuangin XI Evo 2 sebagai mobil yang tercepat dan terhemat di dunia. Kami sangat bersyukur dan bahagia karena dapat mempersembahkan prestasi terbaik di ajang dunia ini kepada Indonesia,” ujarnya, dalam keterangan pers yang diterima iNews.id. Senin (9/7/2018).

“Kami tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas pencapaian ini. Dukungan yang diberikan oleh banyak pihak, baik dukungan moril maupun materiil, kami rasakan telah memberikan semangat tersendiri bagi tim. Ucapan terima kasih patut kami sampaikan kepada Shell Indonesia atas dukungan penuh untuk tim kami. Kemenangan ini bukan hanya milik kami, namun milik bersama, bangsa Indonesia," kata Rafi.

President Director and Country Chairman PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi mengaku bangga dan bahagia atas perjuangan serta pencapaian tim mahasiswa Indonesia pada gelaran inovasi tingkat dunia Make the Future Live di London.

“Selamat untuk keberhasilan tim mahasiswa Indonesia yang memborong dua penghargaan di kompetisi inovasi tingkat dunia Shell Make the Future Live. Sungguh pencapaian sempurna, yang membuktikan bahwa keunggulan tim Indonesia telah teruji dan mempunyai daya saing yang diakui di tingkat dunia," ujarnya.

"Mereka tidak hanya cerdas, kreatif, inovatif dan tangguh, namun mempunyai kemampuan berpikir visioner, jauh ke masa depan. Saya berharap mereka mampu menjadi pionir bagi pemuda-pemuda lain dalam bergerak, menjadi agent of change, pembawa perubahan yang akan membawa bangsa ini lebih maju,” kata Darwin.

Tak hanya kepada tim pemenang, Darwin pun memberikan apresiasi kepada dua tim mahasiswa Indonesia lainnya yang juga telah berhasil ikut berkompetisi di ajang Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship Grand Final ini.

Prestasi yang dicapai tim mahasiswa Indonesia di ajang Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship tahun ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai tim yang senantiasa diperhitungkan dalam ajang kompetisi mendesain, menciptakan dan mengendarai mobil paling hemat energi di tingkat regional dan dunia.

Atas torehan terbaik di Drivers’ World Championship Grand Final 2018, Tim ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya berhak mendapatkan hadiah berupa pengalaman berharga sepekan berada di Scuderia Ferrari, Maranello, Italia, yaitu markas dari pabrikan mobil Ferrari yang bergerak di bidang balap mobil, khususnya Formula 1.

Mereka akan bertemu dengan tim Scuderia Ferrari dan berkesempatan untuk berdiskusi dan mendapatkan berbagai saran-saran teknis para teknisi ahli Scuderia Ferrari mengenai cara-cara untuk meningkatkan performa kendaraan.

Tahun ini, tiga tim yang berhak maju ke grand final dan mewakili Asia di ajang tingkat dunia SEM DWC 2018 semuanya berasal dari Indonesia, yaitu Tim Semar Urban UGM Indonesia dari Universitas Gadjah Mada, Tim ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Tim Garuda UNY Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta.


Editor : Dani Dahwilani