Naik 11 Persen, Suzuki Ertiga Paling Banyak Diekspor

Riyandy Aristyo · Kamis, 09 Agustus 2018 - 14:25 WIB
Naik 11 Persen, Suzuki Ertiga Paling Banyak Diekspor

Suzuki Ertiga paling laris diekspor. (Foto: iNews.id/Riyandy Aristyo).

TANGERANG, iNews.id - Ekspor mobil Suzuki di semester pertama 2018, naik sebesar 11 persen dengan jumlah 31.759 dibanding 2017 dimana Suzuki mengexpor mobil sebanyak 28.251 unit. Dengan jumlah tersebut, Suzuki telah mengekspor produk-produknya ke 47 negara dari total target 51 negara seperti Thailand, Filipina, Vietnam, Pakistan, Chile, Peru, Bolivia, Kostarika, Honduras, Kolombia, Panama dan lain-lain.

"Pada semester pertama 2018 ini, Suzuki berhasil mencetak nilai ekspor positif. Hal itu terbukti dari kenaikan nilai ekspor di sektor roda empat," ungkap Hady Surjono Halim, department head of export PT SIS, di GIIAS, ICE, BSD City, Tangerang, Kamis (9/8/2018).

Kenaikan ekspor tersebut terdiri dari mobil utuh (CBU) sebesar 13,8 persen (14.479 unit) pada 2018. Sedangkan ekspor kendaraan dalam bentuk terurai (CKD), naik sebesar 11,3 persen (17.280 unit) dari 15.528 unit tahun lalu periode Januari-Juli.

Untuk ekspor CBU, Suzuki New Ertiga mencetak lonjakan ekspor tertinggi hingga 37 persen pada semester pertama 2018. Jika tahun lalu di periode yang sama, New Ertiga hanya mempu diekspor sebanyak 4.671 unit, untuk tahun ini meningkat menjadi 6.399 unit. Hal tersebut menjadikan New Ertiga sebagai penyumbang terbesar Suzuki dalam hal ekspor yakni 25,5 persen.

Sedangkan untuk ekspor CKD, Karimun Wagon R mencetak lonjakan tertinggi hingga 35 persen (14.640) unit di semester pertama 2018.

Selain mobil, Suzuki juga berhasil meningkatkan nilai ekspor kendaraan roda dua semester awal 2018 sebesar 28,5 persen dengan jumlah 72.286 unit ke 36 negara dari target 38 negara.

Kontribusi terbesar diraih oleh Suzuki New Satria sebesar 15.720 unit dengan persentase 424 persen dibanding tahun lalu periode yang sama sebanyak 3.000 unit saja. Kemudian disusul oleh GSX-R150 dengan total penjualan sebanyak 3.227 unit atau naik 106 persen dibandingkan semester pertama 2017 yang hanya 1.568 unit.


Editor : Adhityo Fajar