Pajak Motor Premium Naik 190 Persen, BMW Akan Sesuaikan Harga

Riyandy Aristyo · Rabu, 12 September 2018 - 18:39 WIB
Pajak Motor Premium Naik 190 Persen, BMW Akan Sesuaikan Harga

BMW menyebutkan penyesuaian harga dilakukan karena pajak impor motor premium naik, bukan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Dok)

JAKARTA, iNews.id - Beberapa waktu lalu, pemerintah memberlakukan penyesuaian tarif pajak penghasilan (PPh) pasal 22, untuk 1.147 komoditas barang konsumsi. Bea masuk yang tadinya 10-50 persen, dinaikkan menjadi 50 persen dan PPn naik 10 persen, sehingga para pemilik mobil atau motor mewah akan dikenakan pajak sebesar 190 persen.

CEO BMW Mottorad Indonesia, Joe Frans mengatakan, kenaikan pajak tersebut sangat berpengaruh dan pihaknya akan melakukan penyesuaian harga terhadap seluruh model yang dijual.

"Kalau pajaknya naik, logikanya, harga produk juga naik. Saat ini, kita lakukan penyesuaian harga terhadap seluruh model motor BMW," ujar CEO BMW Motorrad Indonesia, Joe Frans saat ditemui iNews.id, beberapa waktu lalu.

Joe menuturkan, penyesuaian harga ini karena pajak impor motor premium naik, bukan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Melemahnya rupiah sebenarnya sudah kita antisipasi. Makanya, sistem pembayaran kita biasanya pakai Euro, namun penyesuaian harga ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya kenaikan pajak impor," kata Joe.

"Mulai bulan ini, produk motor BMW mengalami kenaikan, mulai dari Rp3j juta sampai Rp20 juta tergantung modelnya. Untuk G310GS, naik dari Rp130 juta, menjadi Rp133 juta. Sementara model R1200RT dari Rp952 juta menjadi Rp970 juta.


Editor : Dani Dahwilani