Tolak Donald Trump, Ford Tetap Impor Focus Active dari China

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 12 September 2018 - 16:31 WIB
Tolak Donald Trump, Ford Tetap Impor Focus Active dari China

Tidak menguntungkan, Ford menolak imbauan Donald Trump memindahkan produksi hatchback Focus Active ke AS. (Foto: Foxnews)

MICHIGAN, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, baru-baru ini, meminta kepada Ford agar memindahkan produksi crossover Focus Active ke Amerika Serikat (AS). Namun, hal tersebut ditolak mentah-mentah Ford karena dinilai tidak menguntungkan.

Dilansir dari Foxnews, Rabu (12/9/2018), melalui juru bicara Ford, Mike Levine mengungkapkan mengimpor mobil tersebut dari China merupakan pilihan tepat.

"Tidak akan menguntungkan jika memproduksi mobil Focus Active di Amerika, mengingat volume penjualan tahunan (di AS) kurang dari 50.000 unit, serta segmennya kompetitif. Sejatinya, Ford bangga mempekerjakan lebih banyak pekerja per jam di AS dan memproduksi lebih banyak kendaraan di AS daripada produsen mobil lain," kicau Mike, lewat akun Twitternya @mrlevine.

Perbedaan pendapat antara Donald Trump dan Ford bermula saat pabrikan asal Amerika Serikat tersebut sempat mengumumkan pihaknya tidak akan mengimpor Focus Active dari China ke AS, karena permasalahan tarif.

Ford vs Donald Trump
Di mana pada Juli lalu, AS menerapkan tarif sebesar 27,5 persen untuk mobil yang diimpor dari China. Namun, China membalasnya dengan menarik retribusi sebesar 40 persen atas impor mobil dari AS. Lantas, Donald Trump kemudian menanggapinya dengan membuat kicauan di Twitter.

"Ford secara tiba-tiba membunuh rencana menjual kendaraan kecil buatan China di AS karena prospek tarif AS yang lebih tinggi," kata CNBC.

"Ini baru permulaan. Mobil ini sekarang dapat dibangun di AS dan Ford tidak akan membayar tarif," tulis Trump di akun Twitternya @RealDonaldTrump.

Sekadar informasi, Focus Active merupakan merek Ford buatan China pertama yang ditawarkan di Amerika Serikat. Produksi hatchback-crossover Focus Active di China akan terus berlanjut sesuai rencana untuk melayani kebutuhan pasar dalam negeri dan mancanegara.


Editor : Dani Dahwilani