Berkendara di Cuaca Panas, Perhatikan Pemilihan Bahan dan Warna Jaket

Riyandy Aristyo ยท Sabtu, 15 September 2018 - 07:11 WIB
Berkendara di Cuaca Panas, Perhatikan Pemilihan Bahan dan Warna Jaket

Banyak cara meminimalisir hawa panas yang menusuk tubuh, di antaranya memilih jaket, bahan pakaian, dan warna. (Foto: Ultimate Motorcycling)

DEPOK, iNews.id - Cuaca panas yang melanda beberapa bulan terakhir, tidak hanya dirasakan pejalan kaki, tapi juga pengendara motor. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah berkeringat, dehidrasi dan lelah.

"Banyak cara untuk meminimalisir hawa panas yang menusuk ke tubuh kita. Salah satunya adalah memilih bahan jaket yang sesuai," ujar CEO BMW Mottorad Indonesia, Joe Frans, saat ditemui iNews.id, baru-baru ini.

Meski cuaca panas, para pengendara motor harus tetap menggunakan jaket. Selain untuk terhindar dari sengatan matahari, juga meminimalisir risiko luka bila terjadi kecelakaan. Namun, jaket kerap diabaikan dengan alasan gerah dan tidak nyaman digunakan.

"Kamu bisa memilih jaket berbahan mesh. Selain tetap aman, bahan ini memungkinkan angin tetap masuk dan mendinginkan suhu tubuh. Selain itu, pakai jaket yang berventilasi," jelas Joe.

Selain jaket, Joe pun berbagi tips beberapa hal yang harus diperhatikan pengendara motor untuk meminimalisir panas, sebagai berikut:

1. Base layer

Base layer merupakan pakaian berbahan tipis yang nyaman dan cepat kering. Paling tidak, jika badan kepanasan, keringat akan cepat hilang sehingga baju tidak basah kuyup.

"Awalnya, base layer kerap digunakan untuk berolahraga. Tapi kini telah banyak pabrikan apparel sepeda motor yang menjual pakaian ini," kata Joe.

2. Warna jaket

Penggunaan jaket berwarna terang cenderung lebih nyaman digunakan saat matahari sedang terik. Memang warna cerah, seperti putih, kuning, dan krem lebih cepat kotor, tapi cara ini cukup ampuh dalam menjaga tubuh dari sengatan matahari.

"Kalau bisa, jangan gunakan jaket yang berwarna gelap, atau hitam. Karena warna hitam sangat mudah menyerap hawa panas. Pakailah jaket dengan warna terang, atau putih sekalian," ujarnya.

3. Istirahat

Salah satu cara yang paling jitu ialah beristirahat. Tak hanya untuk sekadar berteduh, rehat sejenak dapat membuat kondisi badan kembali prima.

"Kalau badan sudah tak kuat menahan panas, lebih baik beristirahat sambil meminum air mineral. Pada cuaca panas, badan akan lebih banyak kehilangan cairan tubuh alias berkeringat," kata Joe.


Editor : Dani Dahwilani