Gandeng Operator, Huawei Bidik Jaringan Mobil Otonom

Dani M Dahwilani ยท Minggu, 16 September 2018 - 19:31 WIB
Gandeng Operator, Huawei Bidik Jaringan Mobil Otonom

Huawei menyatakan siap mendukung operator di seluruh dunia dalam mengembangkan jaringan mobil otonom. (Foto: Trusted Reviews)

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan teknologi informasi dan komunikasi China, Huawei menyatakan siap mendukung operator di seluruh dunia dalam mengembangkan jaringan mobil swakendara (otonom). Mereka melihat peluang industri otomotif yang tengah menuju arah otomatisasi.

“Dalam dunia yang cerdas nanti sepenuhnya akan terhubung, mobil swakendara akan menjadi suatu hal yang lazim. Saat ini, industri otomotif, penerbangan dan manufaktur sedang memodernisasi dan beradaptasi dengan teknologi yang bersifat otomatisasi,” kata Direktur Eksekutif dan Presiden Produk dan Solusi Huawei, David Wang, dalam keterangan persnya yang dilansir iNews.id, Minggu (16/9/2018)

Wang memaparkan tantangan dalam industri telekomunikasi sedang menghadapi masalah struktural yang cukup berat. Pasalnya, perluasan jaringan operator otomatis membuat pengeluaran operasional melambung melampaui pendapatan mereka setiap tahun.
 
“Setidaknya upaya yang dilakukan operator untuk memelihara jaringannya membutuhkan upaya 100 kali lebih keras dibanding para pemain OTT (over-the-top). Untuk itu, pembangunan jaringan yang mendukung mobil swakendara menjadi penting untuk keberlangsungan bisnis operator ke depan,” ujarnya.

Huawei
Dia memaparkan, catatan sejarah membuktikan manusia tidak pernah berhenti meningkatkan produktivitas. Pada 1947, Amerika Serikat berhasil meluncurkan penerbangan tanpa awak trans-Atlantik untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Kemudian pada 1983 dunia menjadi saksi pertama diperkenalkannya bus tanpa pengemudi – Métro de Lille – di Prancis. Selanjutnya pada 2012 di Nevada, AS, Google mendapatkan lisensi untuk mobil otonom pertama di dunia, yang telah menempuh perjalanan hingga 8 kilometer pada Maret 2018. Segala perubahan yang terjadi di berbagai industri tersebut mendorong peradaban untuk selalu melangkah ke depan.  
 
Wang menjelaskan, berbeda dengan mobil swakendara, industri telekomunikasi memiliki tingkat kerumitan tersendiri. Hal ini terkait keberagaman layanan industri telekomunikasi, seperti jaringan untuk ponsel, internet rumah, atau layanan bagi bisnis atau perusahaan.

Sistem jaringan pendukung mobil swakendara harus memahami karakteristik layanan tersebut. Lebih jauh lagi, untuk kondisi jalan dan ekosistem operasional, akan dimungkinkan beberapa ruas jalan tol berfungsi sebagai data center, serta jalan di perkotaan dan pedesaan yang mampu menyediakan akses internet bagi masyarakat.  
 
Secara fundamental, sistem jaringan pendukung mobil swakendara nantinya perlu dapat beradaptasi dengan berbagai skenario kompleks yang melibatkan berbagai jenis teknologi. Dalam perspektif rantai operasional, berbagai peranan seperti perencanaan, obeservasi dan perawatan, serta pengadaan layanan juga akan menghadapi berbagai tantangan tersendiri. 


Editor : Dani Dahwilani