Dari 400 Tipe, Baru 208 Mobil Uji Emisi Euro 4

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 16:18 WIB
Dari 400 Tipe, Baru 208 Mobil Uji Emisi Euro 4

Tercatat, baru 208 tipe atau setengah dari jumlah tipe kendaraan roda empat dalam daftar Gaikindo yang sudah diuji standar emisi Euro 4. (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Regulasi standar emisi Euro 4 sudah berlaku per 7 Oktober 2018. Namun, baru 208 tipe atau setengah dari jumlah tipe kendaraan roda empat dalam daftar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diuji sesuai standar emisi Euro 4.

Kepala Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kemenhub, Caroline Noorida Aryani mengatakan, 208 tipe mobil sudah menjalani uji emisi di balai pengujian dari Januari hingga 7 Oktober 2018.

"Jumlah kendaraan yang sudah uji Euro 4 baik tipe baru maupun current, sekitar 208 unit sejak Januari sampai 7 Oktober 2018," ujar Caroline, saat dihubungi iNews.id via telepon, Rabu (10/10/2018).

Caroline menerangkan, dari 208 unit yang telah diuji sesuai euro 4, sebanyak 95 tipe di antaranya diuji di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor. Sementara 113 tipe lainnya diuji di Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BT2MP).

Baca: Standar Euro 4 Berlaku, Perlukah Mobil Lama Dimodifikasi?

Dari total 208 unit kendaraan yang telah diuji, merupakan campuran tipe kendaraan yang sudah pernah diproduksi dan memiliki standar euro 2, serta kendaraan-kendaraan yang belum pernah diproduksi.

Menurut Caroline, dalam data Gaikindo, jumlah tipe kendaraan yang telah diproduksi harus diuji kembali sesuai standar euro 4, mencapai sekitar 400 tipe kendaraan.

Sampai saat ini, belum ada lagi model lain yang antre untuk diuji tipe sesuai dengan standar euro 4. Kebanyakan kendaraan yang sudah memiliki jadwal untuk melakukan uji tipe sesuai emisi Euro 4 adalah importir umum.

Sayang, Caroline tidak menyebutkan dari Agen Pemegang Merek (APM) mana saja yang sudah mengikuti uji emisi standar Euro 4 di balai pengujian. "Ada lah beberapa APM besar," katanya.


Editor : Dani Dahwilani