Bima Sakti: Jangan Tiru Barcelona, Timnas Punya Gaya Main Sendiri

Reynaldi Hermawan ยท Selasa, 27 November 2018 - 16:30 WIB
Bima Sakti: Jangan Tiru Barcelona, Timnas Punya Gaya Main Sendiri

Bima Sakti (Foto: PSSI)

JAKARTA, iNews.id – Tim nasional Indonesia menuai kritikan karena saat ini sudah tidak menerapkan permainan bola-bola pendek khas Barcelona. Sadar dengan situasi itu, Pelatih Tim Garuda Bima Sakti menjawabnya dengan tegas. 
 
Pada ajang Piala AFF 2018, pasukan Bima tersingkir prematur di fase Grup B setelah hanya finis di peringkat keempat klasemen dengan nilai empat. Mereka kalah bersaing dengan Thailand dan Filipina yang finis di posisi pertama dan kedua serta berhak lolos ke semifinal. 
 
Para penggemar menilai, kegagalan tersebut disebabkan banyak faktor salah satunya yakni Hansamau Yama dkk saat ini kembali mengandalkan bola-bola tinggi dalam mengumpan. Jelas, itu sebuah kelemahan karena Tim Garuda tidak dihuni pemain berpostur jangkung. 
 
Setelah itu, permainan bola-bola pendek atau tiki taka khas Barca yang dulu melekat saat masih diasuh Luis Milla juga mulai memudar. Menanggapi itu, Coach Bima mengungkapkan kalau sudah seharusnya sebuah tim memiliki karakter permainan sendiri dan tidak meniru siapa pun. 
 
“Saya mendapat banyak pertanyaan kenapa tidak meniru Barca yang mengandalkan sepak bola menyerang sepanjang laga. Tapi yang kita perlu ketahui yaitu timnas Indonesia memiliki metode latihan sendiri dan tidak bisa meniru tim mana pun,” kata Bima. 
 
Coach Milla pernah bermain di Barca. Tapi ketika melatih di sini, dia tetap harus beradaptasi. Karena kita tidak bisa meniru gaya bermain mereka. Jika ingin maju, Indonesia harus mengembangkan kompetisi usia muda. Dari situ bisa kita berikan metode latihan khas Indonesia sehingga bakat-bakat muda terasah,” ujarnya. 
 
Saat ini, kontrak juru taktik asal Balikpapan itu telah usai setelah Piala AFF digelar. Namun, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia belum memberikan konfirmasi apakah akan memperpanjang masa abdi Coach Bima atau tidak. 
 
Selama diasuh pria 42 tahun itu, Indonesia total sudah melakoni tujuh pertandingan di semua ajang. Dari kesuluruhan laga tersebut, Tim Garuda meraih tiga kemenangan, dua imbang serta dua kekalahan.   


Editor : Abdul Haris