Bukan Soal Gaji, Ini Alasan PSSI Tidak Perpanjang Kontrak Luis Milla

Reynaldi Hermawan ยท Selasa, 27 November 2018 - 18:50 WIB
Bukan Soal Gaji, Ini Alasan PSSI Tidak Perpanjang Kontrak Luis Milla

Edy Rahmayadi (Foto: Dok iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi mengungkapkan pihaknya tidak memperpanjang masa abdi Luis Milla sebagai pelatih tim nasional Indonesia bukan karena masalah upah yang terlalu tinggi. Menurutnya, nakhoda asal Spanyol itu justru yang menolak kembali melatih Tim Garuda.

Milla mencari nafkah di Tanah Air untuk menggantikan posisi Alfred Riedl pada 21 Januari 2017. Kala itu, PSSI mengikatnya dengan kontrak berdurasi dua tahun. Selama berkarier di Indonesia, mantan gelandang Barcelona dan Real Madrid itu sempat memimpin timnas U-23 di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Sayang, pada dua hajatan tersebut, Indonesia gagal memenuhi target. Pada SEA Games 2017, pasukan Milla hanya bisa meraih medali perunggu, padahal mereka ditargetkan memburu emas. Sementara di Asian Games 2018, timnas disingkirkan Uni Emirat Arab pada 16 besar, dan juga gagal menembus harapan masuk semifinal.

Namun, masyarakat Indonesia menilai berkat racikan Milla, Tim Garuda kini menemukan mentalitas bermain sebagai tim yang solid. Situasi itu yang membuat masyarakat berharap kontrak arsitek asal Spanyol itu yang berakhir usai Asian Games bisa diperpanjang PSSI.

Tak tunggu lama, badan sepak bola tertinggi di Tanah Air itu langsung menyodorkan kontrak kerja sama yang baru. Namun, setelah beberapa kali berdiskusi, kedua belah pihak tidak bisa menemukan titik temu.

“Banyak berita yang beredar kalau PSSI tidak sanggup membayar gaji Milla sebesar Rp30 milar per tahun, terbesar se-Asia Tenggara. Itu tidak benar, kita bisa membayar gaji dia,” kata Edy dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi di Indonesia.

“Tapi setelah Asian Games, Milla pulang ke Spanyol karena kecewa. Kita berusaha membujuknya untuk kembali hingga tiga kali. Tapi dia tidak mau datang. Indonesia tidak bisa dikecilkan seperti itu. Untuk itu, kami akhirnya menunjuk pelatih pengganti,” ujarnya.

Guna menggantikan peran Milla, PSSI akhirnya menunjuk sang asisten Bima Sakti sebagai pelatih kepala beberapa pekan sebelum Piala AFF 2018 digelar. Dengan persiapan yang mepet, Bima Sakti gagal membawa Tim Garuda berbicara banyak setelah Hansamu Yama dkk tersingkir prematur di fase grup.

Ditanya mengenai masalah itu, Edy juga mengungkapkan keputusan menunjuk Bima Sakti sebagai pengganti Milla didasari hasil rapat dengan Komite Eksekutif PSSI (Exco).

“Saya dan anggota Exco memutuskan untuk memilih Bima karena saat itu dia yang terbaik. Kita semua tahu kalau Indonesia kekurangan pelatih. Jadi kami memutuskan Bima paling tepat karena sebelumnya dia juga pernah mendampingi Milla,” ujarnya.


Editor : Abdul Haris