Timnas Gagal di Piala AFF 2018, Ini Komentar Ketum PSSI Edy Rahmayadi

Reynaldi Hermawan ยท Selasa, 27 November 2018 - 17:32 WIB
Timnas Gagal di Piala AFF 2018, Ini Komentar Ketum PSSI Edy Rahmayadi

Edy Rahmayadi (Foto: Dok Koran Sindo)

JAKARTA, iNews.id – Ketua umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi mengomentari penyebab kegagalan tim nasional Indonesia di Piala AFF 2018. Menurutnya, minimnya pemain senior yang berlaga merupakan penyebab utama.

Skuat asuhan Bima Sakti itu tersingkir prematur di fase Grup B setelah hanya finis di posisi keempat klasemen dengan nilai empat hasil dari satu kemenangan, satu imbang dan dua kekalahan. Tim Garuda gagal bersaing dengan Thailand dan Filipina di posisi pertama dan kedua serta berhak melaju ke semifinal.

Catatan kelam itu sekaligus memperpanjang kampanye negatif timnas yang tidak pernah kampiun pada 12 edisi Piala AFF. Prestasi terbaik Indonesia hanya menjadi runner up periode 2000, 2002, 2004/2005, 2010 dan 2016.

Sadar dengan catatan kelam itu, Edy mengungkapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara itu mengaku bertanggung jawab atas hasil minor tersebut.

“Saya tahu hasil di Piala AFF membuat seluruh masyarakat Indonesia kecewa termasuk saya. Sebagai ketum PSSI, saya bertanggung jawab atas hal itu. Tapi menurut saya, penyebab kegagalan kita di kejuaraan itu adalah minimnya pemain senior,” kata Edy saat diwawancarai salah satu stasiun televisi Indonesia.

“Sebagian besar yang bermain merupakan pemain muda usia 23 tahun di Asian Games 2018. Meski diperkuat Beto Goncalves yang sudah sangat senior, tetap saja, permainan kita belum maksimal. Jika kuantitas pemain senior kita kurang, saya rasa tidak akan tercipta kualitas,” ujarnya.

Terkait kurangnya pemain senior di timnas, Pria 57 tahun itu juga menyebutkan disebabkan karena kurangnya pembinaan pemain di usia muda. Guna mengatasinya, PSSI bakal terus menggenjot metode pengasahan talenta muda di Indonesia sejak di timnas U-19 dan U-23.

“Proses pembinaan pemain muda terus dilakukan. Mereka juga akan menjalani berbagai kejuaraan untuk menambah pengalaman. Tahun depan di Manila ada SEA Games kemudian Piala AFF U-23 di Kamboja serta Piala AFC untuk U-23. Kita siap jadi juara di ajang tersebut,” tutur pria Aceh itu.


Editor : Abdul Haris