Berusia 1,5 Abad, Masjid Tua Raja Turikale di Kabupaten Maros Miliki 21 Pintu

Wahyu Ruslan · Rabu, 15 Mei 2019 - 05:14 WIB
Berusia 1,5 Abad, Masjid Tua Raja Turikale di Kabupaten Maros Miliki 21 Pintu

Masjid Lompoe Urwatul Wutsqa peninggalan Raja keempat Turkale di Maros masih berdiri kokoh meski sudah berusia 1,5 abad. (Foto: iNews.id/Wahyu Ruslan)

MAROS, iNews.id - Tak hanya dikenal keindahan alamnya, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan juga memiliki sejumlah wisata religi. Salah satunya masjid tua peninggalan raja keempat Turikale yang telah berusia lebih dari 1,5 abad.

Masjid Lompoe Urwatul Wutsqa yang berada di Kecamatan Turikale ini memiliki keunikan bangunan. Masjid tua ini memiliki 21 pintu dan menyimpan beberapa peninggalan sejara serta makam para Raja Turikale yang menjadi saksi bisu perkembangan Islam di Maros.


Pengurus Masjid Tua Lompoe Urwatul Wutsqa, Andi Muhammad Hidayat mengatakan, bentuk bangunan masjid ini telah beberapa kali direnovasi lantaran dimakan usia.

Namun ornamen asli bangunan masjid tersebut  tetap dipertahankan termasuk model bangunan masjidnya yang telah didirikan sejak tahun 1854 oleh raja keempat Turikale, Karaeng Andisanrima Daeng Parukka.

“Masjid ini dikelilingi 21 pintu di antaranya 10 pintu masjid yang berada di luar sisi bangunan dan 11 pintu masjid yang berada di sisi dalam bangunan masjid. Selain itu, ada ukiran kaligrafi 21 doa untuk masuk ke dalam pintu Kakbah di Tanah Suci,” katanya, Selasa (14/5/2019).

BACA JUGA:

Masjid Agung Demak, Simbol Toleransi Beragama dan Akulturasi Islam di Pulau Jawa

Masjid Gedhe Kauman, Saksi Sejarah dan Pusat Kerajaan Islam di Jawa

Selain itu, kata dia, masjid peninggalan raja keempat Turikale ini juga menyimpan sejumlah peninggalan sejarah dari Kerajaan Turikale, seperti beduk dan mimbar setinggi dua meter yang terbuat dari kayu. Di bagian ujung mimbar terdapat pahatan menyerupai mahkota buah nanas yang memiliki filosofi kehidupan dan keagamaan.

“Nanas itu simbol itu, satu tumbuhan yangs angat bermanfaat. Nanas itu punya khasiat untuk menetralisir racun di dalam tubuh, seratnya bisa dimanfaatkan untuk membuat tali dan banyak manfaat lainnya. Ini simbol,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki