Achmad Hulaefi, Jadi Atlet Wushu karena Terinspirasi Aksi Jet Li

Abdul Haris ยท Jumat, 07 September 2018 - 18:10 WIB
Achmad Hulaefi, Jadi Atlet Wushu karena Terinspirasi Aksi Jet Li

Achmad Hulaefi (Foto: iNews.id/Abdul Haris)

JAKARTA, iNews.id – Sukses Achmad Hulaefi meraih medali perunggu Asian Games 2018 dari cabang wushu tak datang begitu saja. Prestasi itu menjadi buah dari kerja kerasnya sedari kecil.

Yang menarik, ternyata atlet tampan ini tertarik menekuni dunia wushu karena terinspirasi film-film mandarin.

“Saya waktu kecil hobi nonton film-film mandarin. Saya suka sekali aksi Jet Li. Saya senang lihat bagaimana Jet Li melompat di film. Sehingga akhirnya saya tertarik menekuni olahraga wushu,” tutur Hulaefi dalam talkshow Indonesia Bicara di MNC News Channel, Jumat (7/9/2018).

“Kebetulan saya dilatih oleh paman saya. Dia yang mengajari saya wushu sedari kecil,” ujar atlet yang biasa dipanggil Ulai itu.

Ya, pemuda 28 tahun ini adalah keponakan Ahmad Rivai, atlet wushu yang kini menjadi pelatih. Selain pamannya, bakat wushu Ulai juga mengalir dari kakeknya yang juga pendekar wushu di masa muda.

“Awalnya hobi saya sebenarnya sepak bola. Tapi, setelah mengenal wushu lama kelamaan jadi suka juga,” Ulai memaparkan.

Pada Asian Games 2018, Ulai meraih perunggu wushu di nomor Daoshu dan Gunshu. Atas prestasinya itu, dia mendapat guyuran bonus Rp250 juta dari pemerintah yang sudah cair pada 2 September lalu.  

“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang cepat mencairkan bonus tersebut. Selain dari pemerintah pusat, saya akan dapat dari Pemprov DKI yang kabarnya sekitar Rp150 juta, dan juga dari beberapa sponsor sekitar Rp100 juta. Saya akan pakai bonus itu untuk masa depan saya,” Ulai menjelaskan.

Ulai berharap dengan prestasi besar yang diraih atlet-atlet Indonesia bisa mengundang perhatian pemerintah yang lebih besar lagi untuk dunia olahraga, khususnya wushu.

“Ya, setelah Asian Games ini semoga saja pemerintah bisa lebih memperhatikan fasilitas wushu. Sebelum Asian Games kemarin kami berlatih dengan fasilitas yang tidak standar, sehingga kerap membuat kami cedera,” kata pria yang kini sudah menjadi PNS bidang keolahragaan di Pemerintah kota Jakarta Selatan itu.   


Editor : Abdul Haris