Atlet Komentari Penundaan Olimpiade 2020 Tokyo

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 25 Maret 2020 - 22:25 WIB
Atlet Komentari Penundaan Olimpiade 2020 Tokyo

Olimpiade 2020 Tokyo (foto: dailymail)

LONDON, iNews.id - Olimpiade 2020 Tokyo resmi ditunda disebabkan penyebaran Covid-19 yang belum reda. Sejumlah atlet mengungkapkan pendapatnya mengenai keputusan tersebut.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi mengumumkan penundaan Olimpiade 2020, Selasa (24/3/2020) kemarin. Sebelumnya, IOC dan Jepang selaku tuan rumah optimistis ajang empat tahunan itu bisa digelar sesuai jadwal.

Namun, atas desakan dari banyak pihak, termasuk pengunduran diri beberapa kontingen memaksa pesta olahraga terakbar dunia itu digeser ke tahun depan.

Bagi atlet, penundaan ini bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, langkah penangguhan diambil demi keselamatan manusia. Namun, di sisi lain mereka kehilangan waktu setahun, terutama bagi atlet yang sudah berumur.

Mereka yang sudah terlanjur menjalankan pemusatan latihan terpaksa dipulangkan dari tempat latihan. Setelah itu, mereka belum tahu kapan akan kembali berlatih.

Bagi atlet muda, mereka harus menunggu setahun lagi untuk debut di Olimpiade, sedangkan bagi atlet senior bisa jadi menunda rencana pensiun mereka.

Apapun konsekuensi yang muncul kemudian, para atlet sepakat mendukung penuh penundaan Olimpiade 2020.

"Banyak atlet bisa bernapas lega," kata perenang Inggris, Adam Peaty.

"Kami merasa di bawah tekanan berlatih dan bersaing sepanjang waktu," ucapnya.

Jazmin Sawyers, atlet lompat jauh Inggris, menilai keputusan menunda Olimpiade 2020 adalah langkah tepat. Untuk saat ini fokus utamanya adalah menyelamatkan nyawa manusia.

"Kita harus tinggal di rumah untuk melindungi diri dan orang lain. Jaga satu sama lain, olahraga akan kembali setelah wabah ini selesai. Kami siap memberikan penampilan terbaik nanti," katanya.

Pesenam Inggris, Becky Downie, yang berencana pensiun setelah Olimpiade 2020, menyebut ini menjadi tugas berat bagi dirinya. Namun demikian, ia tetap mendukung sepenuhnya langkah IOC dan Pemerintah Jepang.

"Ini saatnya kami yang akan pensiun mengatur kondisi fisik agar tetap tampil maksimal tahun depan. Saya lega setelah ini diumumkan. Kami bisa fokus untuk berlatih setelah pandemi ini," kata Becky.


Editor : Arif Budiwinarto